Article

Homepage Article Pakaian Adat Mengenal Mosi, Kain Tradisional…

Mengenal Mosi, Kain Tradisional Khas Korea Selatan Yang Terbuat Dari Serat Rami

Kota Hansan yang terletak di Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan sejak dahulu memang dikenal sebagai daerah terbanyak yang menghasilkan salah satu jenis kain tradisional Korea yakni berupa kain mosi. Terkait dengan bahan utamanya, kain mosi ini ternyata biasa dibuat dari serat rami dan diproses dengan cara ditenun lho.

Pengertian Kain Mosi

Kain mosi termasuk ke dalam jenis kain yang tipis, biasanya berwarna putih atau biru muda. Karena karakteristik kainnya cenderung sangat tipis, biasanya kain ini sering dipakai sebagai bahan pembuatan pakaian pada musim panas. Orang dapat melihat perbedaan mosi dan kain biasa dengan mencoba pakaian mosi yang dibuat para pengrajin.

Kain Mosi

Sumber : http://www.kocis.go.kr/

Sejarah membuat pakaian dari kain mosi sendiri tercatat telah ada sejak zaman Dinasti Baekje, sementara pada masa Dinasti Joseon kain ini juga sering dijadikan persembahan bagi sang raja. Selain digunakan sebagai persembahan, kain mosi juga dijadikan sebagai lambang dari tradisi estetika Korea Selatan yang unik lho.

Kain Mosi

Sumber : http://www.kocis.go.kr/

Diantara sekian banyak variasi kain mosi yang ada, mutu kain mosi yang dihasilkan dari Hansan bisa dikatakan yang terbaik apabila dibandingkan dengan kain mosi dari daerah lain di sekitar Hansan, seperti misalnya So-chon dan u-yo. Tradisi lama mosi (kain rami) di Hansan sendiri konon diturunkan dan dilestarikan di tangan para wanita desa.

Kain Mosi

Sumber : https://hansanmosi.kr/

Menurut tebal tipisnya serat, kain mosi pada prinsipnya dapat di bedakan menjadi 3 jenis yaitu “se-jo”, “joong-jo” dan “mak-jo”. Untuk membuat segulung kain mosi seorang penenun biasanya memerlukan waktu kurang lebih 5 hari, dimana satuan panjang yang dipakai untuk kain tradisional mosi yaitu berupa “pil”.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Pada tahun 2011 tradisi menenun mosi Hansan tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Untuk memperjualbelikan kain mosi, di Korea terdapat pasar khusus bernama “ppan-cak-jang” yang biasa dibuka pada dini hari dan dalam waktu sekejap semua kain mosi yang ditawarkan di pasar tersebut terjual habis.

Perkembangan Kain Mosi

Salah seorang penenun mosi di Hansan yang bernama Nah Sang-do menerangkan bahwa jumlah penenun di Hansan makin lama makin berkurang jumlahnya. Jika pada tahun 50-an masih terdapat sekitar 2.500 keluarga yang menenun mosi, kini hanya tinggal 50 keluarga. Ini disebabkan karena muncul serat kimia yang baik mutunya dan murah.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Dalam menghadapi kenyataan ini, beberapa penenun di Hansan termasuk Nah Sang-do bertekad untuk mempertahankan cara menenun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Walaupun pekerjaan menenun tersebut terbilang berat, namun para penenun merasakan kepuasan  batin setelah melihat hasil tenunan mereka.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan industri penenunan di Korea, pada tahun 1956 perusahaan Kain Bang-rim untuk pertama kali mengekspor kain katun buatan korea ke Hongkong. Setelah itu dengan adanya kebijaksanaan ekonomi pada tahun 60an dan 70an, industri tekstil telah mengalami kemajuan yang pesat.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Dalam 10 tahun belakangan ini, jumlah nilai ekspor tekstil mencapai 25% dari seluruh nilai ekspor Korea Selatan. Pada tahun 1987 jumlah nilai ekspor itu melebihi 10 juta dolar Amerika, berarti Korea merupakan Negara terbesar ke-3 untuk mengekspor hasil-hasil tenunan di seluruh dunia berkat rintisan nenek moyang bangsa Korea.

Pembuatan Kain Mosi

Sedikit berbeda dengan bahan kain modern yang berkembang saat ini, tenunan mosi secara tradisional diwariskan secara turun temurun oleh wanita paruh baya di kota Hansan, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan. Biasanya seorang ibu akan menurunkan teknik dan pengalaman menenunnya kepada anak atau menantu perempuan mereka.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Terkait dengan bahan dasar yang digunakan untuk membuatnya kain mosi kebanyakan dibuat dari rumput “jo-ma” alias rami yang direndam dalam air dingin selama beberapa hari. Setelah itu rumput dibelah untuk mendapakan serat yang halus, dikanji, kemudian serat ditenun menjadi kain yang sangat tipis seperti sayap capung.

Kain Mosi

Sumber : https://www.visitkorea.or.id/

Sebanding dengan kualitas produk yang dihasilkan, menenun rami pada prinsipnya termasuk ke dalam salah satu jenis kegiatan yang membutuhkan serangkaian proses cukup panjang. Karena dibuat dari bahan dasar serat rami, menenun mosi ini bisa disebut juga sebagai tradisi membuat pakaian dari serat rami.

Kain Mosi

Sumber : http://rimkimstudio.blogspot.com/

Untuk mengetahui gambaran yang lebih detail lagi tentang pengolahan serat rami hingga menjadi lembaran kain anda bisa menyimak pembahasan berikut.

1. Memanen

Sebelum diolah menjadi benang dan bahan kain tanaman rami yang memiliki nama latin Boehmeria nivea harus dipanen terlebih dahulu.

  • Masa panen dilakukan ketika rami berusia 6 bulan sejak ditanam.
  • Pemanenan tanaman rami dapat dilakukan dengan cara memangkas batang rami di bagian pangkal.
  • Ketika dipanen idealnya tanaman rami harus mencapai tinggi 2 meter dengan diameter sebesar jari orang dewasa.

2. Dekortikasi

Dekortikasi merupakan proses pemisahan kulit rami dengan batangnya. Cara paling mudah yang dapat dilkukan untuk melakukan dekortikasi yaitu dengan menggaris batang rami secara memanjang menggunakan pisau, membuka kulit rami dan menariknya dari batang tersebut.

3. Degumming

Degumming merupakan tahap pengolahan serat rami yang dilakukan dengan menghilangkan sisa-sisa gum dan pektin yang menempel pada serat. Proses degumming dilakukan dengan memasak larutan alkali dengan china grass antara 25 sampai 30% selama beberapa jam.

4. Pemutihan

Setelah gum dihilangkan selanjutnya serat rami diproses lebih lanjut dengan pemutihan agar serat tersebut dapat diolah lebih lanjut dengan warna-warna lainnya. Proses pemutihan sendiri dilakukan dengan merendam serat menggunakan bahan pemutih, setelah itu serat dicuci dan dikeringkan.

Tahapan selanjutnya dilakukan penghalusan atau softening serat. Proses ini bisa dilakukan secara mekanis ataupun secara kimiawi. Proses penghalusan dilakukan supaya serat rami dapat dipintal dan juga ditenun.

5. Pelurusan Serat

Tahapan pengolahan serat rami berikutnya yaitu penghalusan dan juga pelurusan serat. Pada tahap ini serat diproses dengan cara diluruskan supaya pengolahannya jadi lebih mudah dan kualitasnya juga jadi lebih baik.

6. Pemotongan Serat

Setelah diluruskan selanjutnya dilakukan pemotongan serat rami sesuai kebutuhan untuk memisah serat rami menjadi dua macam. Serat panjangnya disebut rami top sementara serat pendeknya disebut staple fibre.

  • Serat rami panjangnya sangat bervariasi dari 2,5 cm sampai dengan 50 cm dengan panjang rata-rata 12,5 cm sampai dengan 15 cm.
  • Diameter serat rami berkisar antara 25 µ sampai dengan 75 µ dengan rata-rata 30 – 50 µ.
  • Bentuk memanjang serat rami seperti silinder dengan permukaan bergaris-garis dan berkerut-kerut membentuk benjolan-benjolan kecil.
  • Sedangkan irisan melintang serat rami berbentuk lonjong memanjang dengan dinding sel yang tebal dan lumen yang pipih.

7. Penguraian Bundel

Tahapan pengolahan serat rami berikutnya yaitu dengan penguraian bundel. Penguraian bundel dilakukan agar serat rami menjadi seperti serat kapas sehingga dapat dipintal dan dicampur dengan serat yang lain.

Sebagaimana material yang diciptakan dari bahan organik, rami sebenarnya juga rentan rusak karena serangan jamur, rayap, kutu, semut dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu sebelum serat rami diolah menjadi beragam jenis produk dibutuhkan treatment pencegahan hama yang bisa disatukan dengan pengawetan.

8. Menenun Kain

Menenun biasanya menjadi pekerjaan rumah tangga, tetapi di beberapa tempat seluruh penduduknya melakukan pekerjaan ini. Untuk menciptakan kain mosi yang berkualitas proses penenunan biasanya dilakukan dengan alat tradisional.

  • Alat tenun tradisional digunakan untuk membuat benang menjadi kain dengan berbagai ukuran sebagai bahan pakaian atau yang lainnya.
  • Pada proses ini terdapat kelompok benang lungsin yang membujur dan kelompok benang pakan yang melintang.
  • Untuk menghasikan lembaran kain, benang pakan dimasukkan berselang-seling, ke atas dan ke bawah benang lungsin.

Khusus untuk anda yang berkesempatan liburan ke Korea dan ingin melihat langsung proses pembuatan mosi (kain rami) jangan lupa untuk mengunjungi Desa Dalgogae Mosi. Di desa yang terlihat biasa ini anda dapat menyaksikan langsung tradisi lama mosi (kain rami) Hansan yang diturunkan dan dilestarikan di tangan para wanita desa.

Kelebihan dan Kekurangan Rami

Penenunan kain rami yang melibatkan sejumlah proses termasuk pemanenan, perebusan, pemutihan tanaman rami, pemintalan benang dari serat rami dan penenunan pada alat tenun tradisional tidak dapat dipungkiri memang mampu menghasilkan bahan kain yang berkualitas tinggi.

  1. Kain rami sangat nyaman dipakai di musim panas karena karakteristik kainnya cukup tipis dan menyejukkan.
  2. Produk rami tidak hanya dapat digunakan pada pakaian tradisional, tetapi juga dapat dibuat berbagai macam produk pakaian lain.
  3. Kualitas kainnya yang halus dan tenunannya yang sangat rapi menjadikan kain rami sangat cocok dipakai untuk membuat busana yang bermutu tinggi.
  4. Kain rami dapat digunakan untuk membuat berbagai pakaian mulai dari gaun, pakaian militer, sampai untuk pakaian berkabung.

Seperti halnya jenis serat lain yang digunakan untuk membuat bahan kain, serat rami sendiri pada prinsipnya juga mempunyai sejumlah kelebihan dan kekurangan tersendiri. Untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak pembahasan berikut.

Kelebihan Serat Rami

  1. Serat rami umumnya relatif lebih panjang dari serat kapas.
  2. Serat rami memiliki kekuatan tarik (tensile satrength) lebih besar dari serat kapas.
  3. Daya serap (absorbancy) serat rami terhadap air bisa dikatakan cukup tinggi hingga 12 % sedangkan serta kapas hanya 8 %.
  4. Warna dan kilap dari serat rami cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan serat kapas.
  5. Serat rami lebih cepat kering dari serat kapas.
  6. Dalam bentuk kain serat rami yang dicampur dengan serat sintesis (polyester dan rayon), apabila dipakai akan terasa dingin, tahan kusut dan mudah menyerap keringat.
  7. Dalam batas tertentu serat rami dapat digunakan sebagai suplemen serat kapas untuk bahan campuran poliester.
  8. Serat rami sangat tahan terhadap bakteri dan jamur jadi walaupun disimpan dalam waktu lama akan tetap awet.

Kekurangan Serat Rami

  1. Serat rami lebih kasar dan daya mulurnya lebih rendah bila dibandingkan karakter yang dimiliki serat kapas.
  2. Serat rami dapat turun kekuatannya atau rusak dalam beberapa kondisi asam kuat.
  3. Serat rami mempunyai ketahanan yang baik terhadap panas namun sayangnya warna serat akan berubah kekuning-kuningan bila dipanaskan pada suhu 120 oC selama ± 5 jam.
  4. Sementara jika dipanaskan dengan suhu 240 oC maka serat tersebut akan rusak dalam waktu beberapa menit saja.

Merawat Kain Mosi

Sebagaimana bahan kain yang dibuat dari serat alam, kain mosi yang diperoleh dari pengolahan serat tanaman rami pada prinsipnya juga membutuhkan teknik perawatan yang eksklusif. Ketika dicuci dengan cara yang benar, kain serat rami akan melunak dan jadi lebih nyaman saat dipakai sehingga awet digunakan dalam jangka panjang.

Kain Mosi

Sumber : https://www.visitkorea.or.id/

  1. Segera cuci pakaian kesayangan anda begitu terkena noda. Bila pakaian terkena noda cair seperti minyak, sebaiknya taburkan bedak tabur di sekitar noda tersebut agar minyak yang menempel tidak semakin meluas dan meresap ke dalam serat kain.
  2. Pakaian berbahan rami akan lebih baik bila dicuci dengan menggunakan tangan dan detergen yang berbahan lembut untuk mencegah penyusutan atau peregangan.
    • Gunakan detergent sesuai petunjuk pemakaian jangan terlalu berlebihan dan pastikan kain dibilas sampai bersih.
    • Jangan lakukan dry clean pada kain rami, karena teknik pencucian kering ini hanya akan menyusutkan serat rami dan merusak pakaian anda.
  3. Hindari penggunaan pemutih pakaian ketika anda mencuci produk-produk berbahan serat rami.
    • Penggunaan pemutih berklorin pada kain rami hanya akan melemahkan serat.
    • Klorin dalam pemutih akan langsung menodai serat rami.
  4. Jika serat rami ingin dilunakkan, cucilah beberapa kali terlebih dahulu. Seandainya proses pelunakan ingin dipercepat gunakanlah pelembut pakaian atau basahi saja kain rami untuk membiarkan seratnya melunak seiring waktu.
  5. Bila anda ingin merendam pakaian (terutama pakaian baru) dengan detergent, sebaiknya pisahkan pakaian yang warnanya mencolok dari pakaian yang berwarna lebih terang karena warna-warna tersebut lebih beresiko luntur.
  6. Disarankan untuk mengeringkan pakaian serat rami dengan cara mengangin-anginkannya sesering mungkin. Pakaian dari serat rami biasanya akan memiliki daya tahan yang tinggi terutama jika dirawat dengan benar.
    • Secara umum kain serat rami akan lebih cepat kering dibandingkan bahan kain yang lain.
    • Mengeringkan kain serat rami dengan panas bersuhu tinggi akan menyusutkan pakaian dengan cepat.
    • Cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengeringkan kain rami yaitu dengan menjemurnya di tempat yang teduh dan tidak terpapar panas matahari langsung.
  7. Setelah dirasa cukup kering segera angkat pakaian dari tempat penjemuran lalu setrika dengan suhu panas yang sesuai untuk kain rami.
    • Pakaian rami paling bagus bila disetrika dengan suhu yang sedikit lembab.
    • Penggunaan setrika dengan suhu yang sangat tinggi bisa berpoteni menghanguskan serat kain.
  8. Simpan pakaian di tempat yang bersih, kering dan terlindung dari debu agar tidak mudah kotor dan berjamur. Supaya pakaian tidak mudah dimakan ngengat dan baunya lebih harum anda juga bisa menambahkan kamper ke dalam almari pakaian.

Demikian pembahasan singkat mengenai seluk beluk kain tradisional mosi khas korea yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak lagi tentang informasi penting terkait dengan kain tradisional dari berbagai negara di belahan dunia yang lainnya simak terus artikel dari kami ya.

Butuh bahan kain berkualitas dengan harga murah untuk membuat pakaian?. Sebagai bahan pertimbangan anda bisa melihat-lihat dulu koleksi kain kami Di Sini.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.