Article

Homepage Article Kain 7 Fakta Menarik Tentang…

7 Fakta Menarik Tentang Kain Jarik

Kain jarik dikenal sebagai salah satu jenis kain yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Jawa. Selain memiliki tampilan yang menarik baik dari segi motif dan warnanya, kain jarik ternyata juga menyimpan banyak sekali fakta tersembunyi yang menarik untuk ditelusuri lho.

Pengertian Kain Jarik

Jarik merupakan sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang biasa dipakai untuk menyebutkan sebuah kain batik yang mempunyai berbagai macam corak. Sedikit berbeda dengan bahan kain pada umumnya kain jarik sendiri diketahui memiliki peran tersendiri dalam kehidupan masyarakat Jawa.

  • Pertama kain jarik bisa digunakan sebagai simbol tingkatan hidup dan status sosial. Hal ini bisa dilihat dari motif jarik yang digunakan.
  • Kedua kain jarik dapat menggambarkan dari mana orang tersebut berasal, karena setiap daerah mempunyai ciri dan motif yang berbeda-beda.

Meski dulu kain jarik memang lebih sering digunakan untuk menunjukan status sosial dan dari mana orang tersebut berasal, namun umumnya kain jarik tetap bisa dipakai oleh semua orang termasuk rakyat biasa karena kain yang satu ini pada prinsipnya tetap memiliki beragam fungsi.

Fakta Tentang Kain Jarik

Berbicara mengenai kain jarik lantas seperti apa makna kain jarik dan kegunaannya dalam kehidupan masyarakat Jawa ya?. Untuk menjawab rasa penasaran anda berikut kami bagikan pembahasan singkat mengenai fakta menarik tentang kain jarik yang penting untuk anda ketahui.

1. Makna Kain Jarik

Kain jarik memiliki makna yang menarik, dari jangan mudah sirik hingga jangan mudah menyerahkan diri kepada siapa pun.

  • Kata jarik memiliki makna “aja gampang sirik”, dalam Bahasa Indonesia berarti jangan mudah iri hati.
  • Kain jarik yang membebat tubuh wanita bermakna bahwa wanita harus menjaga kesucian dirinya dalam arti tidak mudah menyerahkan diri kepada siapa pun.

2. Motif Kain Jarik

Kain jarik pada umumnya dapat dijumpai dalam berbagai ukuran, motif yang ada pada setiap kain jarik juga berbeda-beda tergantung maksud pemakaian atau status sosial pengguna. Supaya tidak salah pakai berikut kami bagikan beberapa pakem penggunaan kain jarik untuk upacara pernikahan, menjelang kelahiran dan kematian.

  • Upacara Pernikahan

Dalam serangkaian upacara pernikahan adat Jawa terdapat banyak sekali motif batik atau kain jarik yang dipakai untuk prosesi siraman, midodareni, akad nikah, sampai dengan resepsi (pahargyan). Hal ini tidak terlepas dari simbol dan makna yang dikandung di dalam motif batik itu sendiri.

  • Siraman

Siraman merupakan prosesi yang dilakukan untuk memandikan calon pengantin yang disertai niat untuk membersihkan lahir dan batin. Dalam hal ini motif batik yang bisa digunakan yakni berupa motif batik grompol dengan harapan penggunanya diberikan rejeki banyak.

Kain Jarik

Sumber : http://www.nesiatimes.com/

  • Midodareni

Untuk prosesi midodareni yang dilaksanakan pada malam sebelum akad nikah orangtua dan mempelai perempuan biasanya selalu menggunakan kain batik dengan motif truntum. Sedangkan mempelai laki-laki menggunakan kain batik dengan motif wahyu tumurun.

  • Motif truntum dimaknai sebagai tumaruntum yang artinya siap dituntum. Motif ini diciptakan oleh Kanjeng Ratu Beruk, selir dari Paku Buwana III.

Kain Jarik

Sumber : https://www.museumbatik.com/

  • Sedangkan motif wahyu tumurun yang dikenakan mempelai laki-laki dimaknai sebagai pengharapan datangnya wahyu dari Tuhan.

Kain Jarik

Sumber : https://id.pinterest.com/

  • Akad Nikah

Ketika melangsungkan prosesi akad nikah, kain jarik yang biasa digunakan yakni berupa bermotif sidomukti, sidoluhur atau sidoasih. Sido memiliki arti menjadi, mukti artinya kemakmuran, luhur artinya mulia dan asih artinya dicintai.

  • Untuk akad nikah pengantin dapat memilih salah satu di antara ke tiga motif batik tersebut untuk digunakan.
  • Dengan menggunakan kain jarik bermotif sidomukti, sidoluhur atau sidoasih diharapkan pengantin dapat mencapai kemakmuran dalam membangun keluarganya.

Motif Sidomukti

Kain Jarik

Sumber : http://batik-tulis.com/

Motif Sidoluhur

Kain Jarik

Sumber : http://batikindonesia.com

Motif Sidoasih

Kain Jarik

Sumber : https://id.pinterest.com/

  • Panggih

Dalam prosesi panggih dan resepsi, ada beberapa motif batik yang bisa dipilih. Pada umumnya yang digunakan adalah motif semen ageng untuk busana kain dodot pada paes ageng.

Kain Jarik

Sumber : https://gpswisataindonesia.info/

  • Upacara Menjelang Kelahiran

Upacara menjelang kelahiran merupakan salah satu adat jawa yang biasa dilakukan ketika umur kehamilan telah mencapai 7 bulan. Upacara adat iumumnya terdiri dari serangkaian acara dimana sang calon ibu harus berganti-ganti mengenakan 6 kain batik dan 1 kain lurik.

Pergantian kain  batik atau kain jarik pada upacara menjelang kelahiran sendiri mempunyai aturan, bahwa batik yang terakhir dipakai adalah yang bermotif sederhana. Motif-motif kain jarik yang umum digunakan pada upcara menjelang kelahiran di antaranya:

  • Motif wahyu tumurun yang berisi harapan agar si jabang bayi memilki kedudukan yang baik.
  • Motif cakar yang mengandung makna agar sang anak rajin mencari rezeki.
  • Motif udan liris yang memilki filosofi agar sang anak akan mempunyai sifat tangguh
  • Motif kesatria yang di simbolkan agar anak memiliki sifat kesatria
  • Motif sidomukti yang mengandung harapan agar hidup sang anak akan baik dan terhormat.
  • Motif babon angrem sebagai simbol kasih sayang ibu kepada anaknya.

Kain Jarik

Sumber : https://www.tokopedia.com/

  • Upacara Kematian

Khusus untuk upacara kematian motif batik yang sering digunakan yakni berupa motif slobok yang melambangkan duka cita. Dipilihnya motif slobok dalam upacara kematian dimaksudkan agar arwah yang meninggal diberi kelonggaran dan ampunan serta dilapangkan kuburnya.

  • Motif slobog memiliki ciri yang sangat khas yakni berbentuk geometris segitiga yang biasanya berwarna hitam putih.
  • Warna dasar dari motif batik biasanya adalah hitam atau coklat dengan pewarna alami yang sering disebut soga.

Kain Jarik

Sumber : https://womantalk.com/

Keyakinan akan adanya kekuatan spiritual serta aura magis yang terkandung dalam tiap-tiap motif batik atau kain jarik juga menjadi salah satu alasan lahirnya batik larangan. Atas dasar itulah beberapa motif batik terutama yang memiliki nilai falsafah tinggi, dinyatakan sebagai batik larangan.

Adapun yang termasuk batik larangan di Keraton Yogyakarta antara lain berupa kain batik dengan motif parang termasuk didalamnya ada parang rusak barong, parang rusak gendreh, parang klithik, motif udan liris, motif rujak senthe, motif cemukiran, motif kawung, motif huk dan juga motif semen.

Setiap Sultan yang sedang bertahta memiliki kewenangan untuk menetapkan motif batik tertentu sebagai batik larangan. Motif batik inipun tidak hanya dimaknai sebagai simbol yang mencerminkan status pemakainya, namun juga menjadi alat komunikasi terhadap sesama penguasa, rakyat dan juga lawan politik.

  • Motif batik parang rusak menjadi motif batik pertama yang dicanangkan sebagai pola larangan di Kesultanan Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 1785.
  • Sementara saat pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, batik larangan ditekankan pada motif huk dan kawung.

Simak juga pembahasan mengenai 7 Motif Batik Larangan Keraton Yogyakarta dan Makna Yang Terkandung Didalamnya kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih banyak tentang motif batik larangan. 

3. Wiru Pada Jarik

Sebagai pelengkap gaya penampilan pria dan wanita kain jarik biasanya selalu dikenakan dengan cara diwiru. Wiru sendiri memiliki arti “wiwiren aja nganti kleru” yang artinya olahlah segala hal yang terjadi sedemikian rupa sehingga bisa menumbuhkan suasana yang menyenangkan dan harmonis.

Wiru atau juga disebut dengan wiron merupakan istilah yang biasa dipakai untuk menyebutkan lipatan kain yang dibuat di salah satu ujung jarik pada saat digunakan untuk pakaian.

  • Wiru dibuat dengan cara melipat ujung kain seperti pembuatan kipas kertas (dilipat kecil-kecil secara vertikal).
  • Jumlah wiru pada kain jarik biasanya dibuat ganjil misal berjumlah 3, 5 atau 7.
  • Untuk ukuran pun berbeda antara untuk wanita dan pria. Wiru untuk wanita berukuran 2 jari sementara wiru pada kain jarik pria berukuran 3 jari.
  • Semakin banyak lipatannya, semakin cantik pula sebuah jarik terlihat.
  • Setiap lipatan wiru pada kain jarik harus dibuat tegas dan kuat agar tidak mudah lepas saat jarik digunakan.
  • Setelah jumlah wiru yang diinginkan tercapai, kain harus dijepit menggunakan klip penjepit agar tetap rapi ketika disimpan ataupun digunakan untuk beraktifitas.

Kain Jarik

Sumber : https://moondoggiesmusic.com/

Di masa lalu, hampir semua orang bisa membuat sendiri wiru pada kain jarik yang akan mereka gunakan. Tapi untuk sekarang sepertinya orang-orang cenderung lebih suka memilih kain jarik yang sudah dilipat sehingga lebih praktis saat akan digunakan.

Kain Jarik

Sumber : https://jatengprov.go.id/

Ingin mengenakan jarik wiron tapi masih belum tahu bagaimana tata cara yang baik dan benar?. Sebagai bahan referensi anda bisa menyimak kembali pembahasan mengenai Cara Memakai Kain Jarik Wiron Untuk Pria dan Wanita.

4. Warna Kain Jarik

Warna menjadi salah satu unsur mendasar yang membedakan antara kain jarik Yogyakarta dan Surakarta. Sekalipun ama-sama berasal dari budaya Jawa, kain jarik Yogyakarta dan Surakarta pada prinsipnya memiliki kekhasan masing-masing.

  • Kain batik atau kain jarik Yogyakarta memiliki warna yang dominan hitam dan putih. Bagian pinggiran jarik biasanya berwarna putih.
  • Sementara untuk kain batik atau kain jarik Surakarta warna yang dominan adalah warna cokelat dan kuning.

Kain Jarik

Sumber : https://tirasennawedding.blogspot.com/

Meski begitu ada juga kain jarik asal Yogyakarta yang memiliki warna gelap sebagai dasarnya. Bedanya dengan kain jarik solo adalah kain jarik Yogyakarta yang berwarna hitam cenderung terlihat kebiruan. Kalau untuk kain jarik Surakarta warna gelapnya cenderung hitam kecoklatan.

5. Pola Garis Kain Jarik

Perbedaan lainnya yang terihat jelas dari kain jarikYogyakarta dan Surakarta yaitu terletak pada garisnya. Corak garis yang lebih besar dan tebal dimiliki batik Yogya, sedangkan corak yang lebih tipis dan kecil dimiliki batik Surakarta.

Perbedaan garis pada motif batik dipengaruhi sejarah kedua keraton pada masa Kerajaan Mataram Islam, tepatnya saat perjanjian Giyanti.

  • Tekstur batik Yogyakarta cenderung memberikan kesan gagah, tegas dan bernilai tinggi.
  • Tekstur batik Surakatta lebih menonjolkan keindahan dan kelembutan.
  • Tak hanya pola garisnya yang berbeda, motif pendamping (isen-isen) yang ada pada kain jarik sebenarnya juga memiliki ciri kas tersendiri.

Kain jarik yang berasal dari Surakarta cenderung bervariasi dari pada kain jarik Yogyakarta.
Pada kain jarik Surakarta biasanya dibubuhkan hiasan emas untuk mempercantik tampilan kain.
Motif pendamping biasanya terletak di garis luar corak dan beberapa bagian ornamen lainnya.

6. Cara Pemakaian Jarik

Selain unsur warna, hal lain yang membedakan kain jarik Yogyakarta dan kain jarik Surakarta adalah cara pemakaiannya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam pemakaian jarik, dikenal istilah wiru atau lipatan pada bagian pinggir jarik.

  • Pada pemakaian kain jarik gaya Yogyakarta, bagian ujung jarik yang berwarna putih harus terlihat.
  • Sedangkan dalam pemakaian kain jarik gaya Surakarta, bagian pinggir jarik berwarna kuning tidak boleh terlihat.

7. Pemanfaatan Kain Jarik

Terkait dengan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, jadi selain dipakai untuk upacara pernikahan, upacara menjelang kelahiran dan kematian di masa lalu masyarakat Jawa sering menggunakan kain jarik untuk berbagai macam keperluan misal untuk kemben saat mandi, alas tidur bayi maupun alat gendong bayi.

  • Untuk Kemben

Sejak dulu bahkan mungkin hingga sekarang, kain jarik sering digunakan oleh para wanita di desa-desa untuk menutup tubuh mereka ketika mandi di sungai. Kain jarik yang dipakai untuk mandi ini dalam Bahasa Jawa disebut telesan atau berarti basahan dalam Bahasa Indonesia.

  • Alas Tidur Bayi

Kain jarik terkenal sebagai salah satu jenis kain yang ringan, mudah dicuci, dilipat dan dikeringkan jadi sangat cocok digunakan sebagai alas tidur bayi.

  • Kain jarik bisa dengan mudah di cuci dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja.
  • Tanpa sinar matahari langsung kain jarik akan cepat kering dengan sendirinya.
  • Kain jarik juga punya kelebihan terendiri karena mudah dibawa ke mana-mana.
  • Alat Gendong Bayi

Kain jarik sangat cocok digunakan sebagai alat gendong bayi karena bahannya adaem di kulit. Selain kainnya lebih adem di kulit, bayi juga akan lebih nyaman berada dalam gendongan karena kain jarik yang sifatnya fleksibel lebih mudah disesuaikan dengan kenyamanan anak

Wanita yang baru selesai melahirkan dianjurkan untuk memakai jarik agar sikap tubuhnya terjaga sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Lain halnya dengan masa modern seperti sekarang ini kain jarik tidak lagi dianggap memiliki peran sesakral dahulu. Selain dijadikan sebagai bahan untuk koleksi, kain jarik bisa juga dipakai untuk pelengkap busana wanita dengan model kebaya, tunik, blus ataupun jenis busana wanita lainnya.

Berikut beberapa referensi ide padupadan kain jarik dan berbagai macam model busana wanita yang akan membuat anda terlihat semakin mempesona.

  • Untuk anda yang lebih suka tampil simple, kenakan busana penutup tubuh bagian atas yang polos dan berpotongan longgar dengan kain jarik yang bermotif cantik.
  • Pasangkan kain jarik berwarna gelap dengan blazer untuk mendapatkan tampilan yang lebih formal dan sopan namun tetap fashionable.
  • Sebagai pelengkap gaya penampilan saat pergi ke acara kondangan pilih busana penutup tubuh bagian atas dengan sedikit aksen misal renda, lalu gunakan kain jarik dengan warna senada.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai sejarah singkat dan fakta menarik tentang kain jarik yang kami bagikan untuk anda. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa selain memiliki makna filosofis yang sangat mendalam ternyata pemanfaatan kain jarik sendiri juga sangat luas ya.

Semoga artikel yang kami bagikan bisa memberikan tambahan informasi bagi anda khususnya terkait dengan kain jarik. Kalau sahabat Fitinline ingin mencari bahan kain batik tau bahan lain untuk membuat pakaian anda tidak perlu bingung lagi karena Fitinline menyediakan banyak pilihan kain yang anda butuhkan.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.