Article

Homepage Article Kain 4 Perbedaan Mendasar Kulit…

4 Perbedaan Mendasar Kulit Mentah dan Kulit Samak

Dalam dunia perkulitan, komoditas kulit secara umum dapat digolongkan ke dalam dua kategori yakni kulit mentah dan kulit samak. Untuk anda yang mau tahu lebih detail lagi tentang perbedaan dari kedua jenis bahan kulit tersebut, ada baiknya jika anda menyimak pembahasan berikut.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Pengertian Kulit Mentah dan Kulit Samak

Kulit mentah yang biasa disebut juga dengan istilah perkamen merupakan sejenis bahan baku kulit yang baru ditanggalkan dari tubuh hewan (sapi, kambing, biri-biri, domba, keledai). Karena masih alami, bahan kulit mentah yang ini umumnya cenderung lebih peka terhadap kelembaban udara dan tidak tahan air.

  • Kulit mentah adalah bahan baku kulit yang baru ditanggalkan dari tubuh hewan sampai kulit yang mengalami proses-proses pengawetan atau siap samak.
  • Berdasarkan besar kecilnya hewan, bahan kulit mentah dapat dibedakan menjadi dua yaitu hide (kulit ternak besar) dan skin (kulit ternak kecil.

Bahan Kulit

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Lain halnya dengan kulit mentah, kulit samak merupakan sejenis bahan kulit yang sudah diproses lebih lanjut dengan penyamakan (tanning). Dari yang awalnya mudah busuk, setelah disamak kulit hewan yang diawetkan dapat menjadi tahan terhadap serangan mikroorganisme pembusuk.

Bahan Kulit

Sumber : https://mahileather.com/

Perbedaan Kulit Mentah dan Kulit Samak

Berbicara mengenai kulit mentah dan kulit samak, secara organoleptis, fisik maupun kimiawi keduanya jelas memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk anda yang mau tahu lebih detail lagi tentang perbedaan kulit mentah dan kulit samak, anda bisa menyimak pembahasan berikut.

1. Perbedaan Secara Organoleptis

Secara organoleptis, karakteristik bahan kulit mentah dan kulit samak yang bisa dirasakan dengan menggunakan indra manusia dapat digambarkan sebagai berikut.

  • Kulit Mentah

Kulit mentah pada umumnya berbulu. Kala hewan masih hidup bulu-bulu inipun memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi hewan dan memberikan warna yang kadang kala digunakan sebagai penyamaran dari pemangsa.

  • Warna asli kulit mentah seperti binatang aslinya.
  • Bau kulit mentah tidak enak seperti binatangnya (anyir).
  • Kulit Tersamak
  • Kulit samak cenderung tidak berbulu, kecuali untuk kulit samak bulu. Sebab dalam proses penyamakan kulit hewan sendiri dikenal adanya sistem penyamakan berbulu dan tidak berbulu.
    • Sistem penyamakan berbulu tentunya ditujukan untuk mempertahankan keindahan bulunya.
    • Sedangkan penyamakan tidak berbulu tentunya sengaja ditujukan untuk menghilangkan bulu.
  • Kulit samak memiliki warna yang lebih bervariasi.
    • Kulit samak chrome yang tidak dicat warnanya hijau kebiru-biruan.
    • Kulit sama nabati warnanya  coklat kekuningan-kuningan.
    • Kulit samak yang dicat warnanya coklat, hitam, hijau, dll.
  • Bau yang timbul dari kulit samak kurang lebih sesuai dengan obat-obatan yang dipergunakan dalam proses penyamakan kulit.

2. Perbedaan Secara Fisik

Dilihat secara fisik, sifat-sifat yang menggambarkan ciri khas bahan kulit mentah dan kulit samak dapat diuraikan sebagai berikut.

  • Kulit Mentah
  • Kulit mentah cenderung keras dan kaku bila kering.
  • Kulit mentah dapat menjadi gelatin bila terkena panas yang tinggi.
  • Kulit mentah rentan menjadi mudah busuk karena bakteri, atau rusak karena serangga.
  • Kulit mentah dapat diolah menjadi makanan (kerupuk) dan dapat pula digunakan untuk membuat berbagai produk kerajinan, salah satunya yakni kerajinan tatah sungging.
  • Kulit Tersamak
  • Kulit samak secara fisik memiliki karakteristik lemas, flexible, lunak dan mudah dibentuk.
  • Kulit samak tidak dapat menjadi gelatin bila terkena panas.
  • Kulit samak cenderung tidak mudah menjadi busuk atau kerusakan karena bakteri, serangga
  • Kulit samak tidak dapat dijadikan makanan.  Kulit samak sendiri biasanya lebih banyak dijadikan sebagai bahan dasar segala jenis kerajinan diantaranya tas, jaket, sabuk atau gesper, gantungan kunci, cover buku, dompet dan kerajinan lainnya.

3. Perbedaan Secara Kimiawi

Sementara secara kimiawi beberapa hal yang membedakan kulit mentah dan kulit samak dapat anda lihat pada penjelasan berikut.

  • Kulit Mentah
  • Penampang kulit mentah tersusun dari pada bulu, epidermis, deris/corium, subcutis.
  • Kulit mentah segar umumnya mengandung:
    • 60 – 65 % air
    • 2 – 5 % lemak natural
    • 0,1 – 2 % Epidermis
    • 0,1 – 0,3 % Mineral
    • 30 – 33 % Colagen
    • pH pada titik iso elektrik 5 – 7
  • Kulit Tersamak
  • Penampang kulit samak hanya tersusun dari pada corium saja (kecuali kulit samak bulu)
  • Kandungan kulit samak tergantung dari cara menyamaknya dan obat-obat yang digunakan dalam proses penyamakan kulit.
  • Kulit samak yang diproses dengan penyamakan chrome, umumnya mengandung:
    • Air : ± 20%
    • Abu jumlah : ± 20%
    • Chrome oxide (Cr2O3) : ± 3%
    • Kadar lemak : ± 5%
    • Ph : 3,5 – 7,00
  • Kulit samak yang diproses dengan penyamakan nabati, umumnya mengandung:
    • Zat larut dalam air : ± 6%
    • Lemak : ± 6%
    • Abu jumlah : ± 2%
    • Air : 7%
    • Derajat penyamakan : ± 50%
    • pH : 3,5 – 7,00

4. Perbedaan Nama

Selain memiliki perbedaan yang mencolok baik itu secara organoleptis, fisik maupun kimiawi, nama untuk kulit mentah dan kulit tersamak pun berbeda.

  • Khusus untuk kulit mentah, bahan tersebut umumnya diberi nama sesuai dengan nama binatang aslinya. Nama-nama yang dimaksud misalnya kulit mentah sapi, kerbau, kambing/domba, kulit reptil, dll.
  • Sementara untuk kulit samak, bahan tersebut bisa diberi nama sesuai binatang aslinya, penggunaannya dan sara pengecatannya
    • Contoh bahan kulit yang diberi nama menurut binatang aslinya yaitu Kulit box/Java box sapi, Box Calf, Glace kambing dll.
    • Contoh bahan kulit yang diberi nama menurut penggunaanya yaitu kulit lapis, kulit sol, kulit tas, kulit sarung tangan dll.
    • Contoh bahan kulit yang diberi nama menurut cara pengecatan tutupnya yaitu Analine finish, Pigment finish, Semi Aniline finish, dll.

Kesimpulan

Demikian pembahasan singkat mengenai sejumlah karakteristik khas yang membedakan bahan kulit mentah dan kulit samak. Setelah menyimak pembahasan di atas sekarang sahabat Fitinline jadi makin tahukan bahwa kulit samak memiliki sifat khusus yang sangat berbeda dengan kulit mentahnya, baik sifat fisis maupun sifat kimiawi.

Kalau anda ingin mengenal lebih jauh mengenai jenis dan karakteristik bahan kulit dari berbagai jenis hewan yang biasa dimanfaatkan pada produk fashion, anda bisa mendownload E-Book Mengenal Bahan Kulit Alami Untuk Produk Fashion yang kami miliki.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.