Article

Homepage Article Batik Tak Hanya Batik, Berikut…

Tak Hanya Batik, Berikut Daftar 33 Kain Tradisional Indonesia Yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Berbicara mengenai kain tradisional Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Selain terkenal dengan batiknya di Indonesia sendiri juga masih banyak kain tradisional yang tidak kalah unik lho. Bahkan mungkin anda tidak akan menyangka jika sampai sekarang sudah ada 33 jenis kain yang ditetapkan sebagai warisan budaya.

Dari 33 kain yang menjadi warisan budaya Indonesia setidaknya terdapat satu jenis kain tradisional yang sangat langka. Kain yang dimaksud yakni berupa kain dari kulit kayu di Kalimantan. Kain ini menjadi sangat langka karena kulit pohon yang biasa dipakai untuk membuat kain tersebut sulit didapatkan akibat habitatnya telah rusak.

Bagi anda para pecinta kain tradisional kenalan dulu yuk dengan 33 jenis kain lokal khas Indonesia yang menawan dan menyajikan keunikannya masing-masing. Supaya anda tidak makin penasaran berikut kami bagikan daftar kain tradisional Indonesia yang bisa membuat anda bangga karena sudah menjadi bagian dari bangsa ini.

Songket Palembang (Sumatera Selatan)

Songket palembang merupakan salat salah satu kain etnik khas Indonesia yang bernilai tinggi. Adapun nama songket yang dipakai untuk menyebutkan kain ini konon diambil dari kata tusuk dan cukit yang disingkat menjadi suk-kit, lazimnya dibaca sungkit dan akhirnya berubah menjadi songket.

Bergantung pada desain dan kegunaannya kain songket palembang sebenarnya dibuat dalam beragam jenis. Beberapa jenis kain songket Palembang yang paling terkenal diantaranya kain songket lepus, kain songket tawur, kain songket tretes, kain songket bungo pacik, kain songket limar dan kain songket kombinasi.

Kain Tradisional

Sumber : https://id.carousell.com/

Simak juga pembahasan mengenai Asal Mula Kain Songket Palembang, Teknik Pembuatan dan Motifnya kalau anda mau tahu lebih banyak tentang seluk beluk kain songket Palembang.

Tenun Siak (Riau)

Tenun siak merupakan kain tenun khas Indonesia yang dibuat oleh masyarakat Riau. Selain terkenal dengan keindahannya kain ini juga dipercaya banyak mengandung makna yakng sakral terkait dengan nilai-nilai kehidupan diyakini hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Siak.

Tenun siak umumnya memiki motif dan corak yang banyak, dimana motif dan corak tenun yang ditampilkan pada kain tersebut biasanya diperoleh dari hasil stilasi flora, fauna dan alam sekitar sebagai gambar penghias. Meski awalnya hanya dipakai oleh para bangsawan namun kini setiap orang bisa menggunakannya.

Kain Tradisional

Sumber : http://melayutolen616.blogspot.com/

Tapis (Lampung)

Kain tapis merupakan sejenis kain sarung dari bahan tenun benang kapas. Kain tenun ini biasa digunakan pada bagian pinggang ke bawah dan dibuat dengan motif yang sangat bervariasi, seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Bagi masyarakat Lampung kain tapis ini dianggap dianggap sebagai lambang kesucian yang mengandung sugesti moral, magis, dan religius yang dapat melindungi pemakainya dari segala kotoran yang berada diluar. Hal ini tercermin pada setiap simbol yang menjadi ragam motif kainnya.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Songket Sambas (Kalimantan Barat)

Kain songket Sambas merupakan salah satu hasil kreativitas masyarakat di kabupaten Sambas. Jika dilihat dari sejarahnya kerajinan songket Sambas sendiri konon sudah berumur sangat tua lho. Kalau dari motifnya diprediksi kain ini sudah ada sebelum berdirinya Kesultanan Islam Sambas.

Salah satu ciri paling khas pada motif songket Sambas bisa dilihat dengan adanya corak pucuk rebung. Kekhasan lain yang dapat ditemukan pada songket Sambas yakni keberadaan benang emas yang memiliki fungsi sangat penting untuk membuat bentuk dan penanda motif pada tenunan songket.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.blanja.com/

Sasirangan (Kalimantan Selatan)

Kain sasirangan merupakan kain batik tradisional dari Banjarmasin yang sangat identik dengan corak warna warni. Kain sasirangan ini biasanya diperoleh dari proses pewarnaan alam yang dilakukan dengan bahan perintang berupa tali, benang atau sejenisnya dengan cara diikat atau dijelujur.

Meski pada awalnya hanya dipakai sebagai sarana pelengkap dalam terapi pengobatan oleh para tetua masyarakat setempat, namun kini  kain sasirangan juga banyak dimanfaatkan sebagai ikat kepala dan sabuk untuk kaum lelaki, serta sebagai selendang, kerudung dan juga kemben bagi kaum wanita.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.blanja.com/

Simak juga pembahasan mengenai 9 Proses Pembuatan Kain Sasirangan kalau anda mau tahu lebih banyak tentang seluk beluk kain sasirangan khas Kalimantan Selatan.

Ulap Doyo (Kalimantan Timur)

Kain tenun ulap doyo termasuk ke dalam jenis kain tradisional Indonesia yang dihasilkan dari tangan terampil para perempuan suku Dayak Benuaq Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Kain ini diberi nama demikian karena bahan utama untuk membuatnya diambil dari serat daun doyo yang diproses lebih lanjut menjadi sebuah kain tenun.

Meski kelihatan biasa saja warna-warna yang diaplikasikan pada kain ulap doyo sebenarnya memiliki makna simbolik yang mengandung nilai budaya. Misalnya saja warna hitam, warna ini menegaskan bahwa si pemakai memiliki kemampuan dalam melakukan tolak bala dan ilmu hitam (ilmu yang jahat).

Kain Tradisional

Sumber : https://budaya-indonesia.org/

Batik Indonesia (Jawa)

Kain batik Indonesia merupakan salah satu kreasi tekstil tradisional yang sudah diakui dunia. Kain batik ini pembuatannya secara khusus dilakukan dengan menuliskan atau menorehkan malam pada kain menggunakan canting. Kemudian kain dicelupkan pada bahan pewarna untuk memunculkan motifnya yang unik.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.tokoyogya.net/

Tais Pet (Maluku)

Tais pet merupakan salah satu kain tenun khas Indonesia yang hidup dan berkembang di masyarakat Tanimbar dan sekitarnya di Provinsi Maluku. Lebih jauh lagi kain tais pet ini juga memiliki fungsi sosial yang sangat kuat di kalangan masyarakat Tanimbar dan menjadi simbol identitas diri.

Warna yang ditampilkan pada tais pet ini biasanya memberi petunjuk terhadap status seseorang dalam struktur masyarakat. Warna hitam dan coklat menunjukkan kebesaran atau kewibawaan seorang pemimpin. Warna merah, kuning dan putih mencerminkan keberanian, kejujuran, keikhlasan, ketulusan dan kesucian hati masyarakat.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Tenun Ikat Sumba (Nusa Tenggara Timur)

Tenun ikat Sumba merupakan kain nusantara nan eksotis yang diciptakan oleh para seniman tenun dari Sumba Timur. Tenun ikat Sumba bukanlah kain yang bisa dikerjakan oleh sembarang orang karenakan seluruh proses pengumpulan bahan dan pembuatan tenun ikat Sumba dikerjakan secara manual.

Kain Tradisional

Sumber : https://lifestyle.bisnis.com/

Songket Pandai Sikek (Sumatera Barat)

Kain songket pandai sikek merupakan salah satu kain tradisional yang berasal dari daerah Pandai Sikek, Provinsi Sumatera Barat. Bahan dasar yang digunakan untuk menenun yaitu berupa benang tenun lusi atau lungsin yang dikombinasikan dengan benang makao atau benang India sebagai hiasan songketnya.

Kain Tradisional

Sumber : https://pandaisikek.blogspot.com/

Ulos Batak Toba (Sumatera Utara)

Kain ulos merupakan sejenis kain tenunan suku Batak Toba yang sering dijadikan oleh-oleh khas dari Toba, Sumatera Utara. Kain ulos ini biasanya sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Baik itu dalam kehidupan sehari-hari, dalam ritual khusus atau upacara adat Batak yang bernuansa suka maupun duka.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.kisspng.com/

Kerawang Gayo (Aceh)

Kerawang gayo merupakan sebuah simbol kemegahan masyarakat Gayo yang melambangkan prinsip, agama, adat istiadat, kehidupan sosial dan budaya setempat. Bordir Kerawang Gayo ini memiliki corak yang khas, dimana mempunyai makna filosofi yang dalam dari setiap ukiran dan bentuknya.

Kain Tradisional

Sumber : https://steemit.com/

Kain Koffo (Sulawesi Utara)

Kain tenun koffo termasuk ke dalam jenis kain tenun asli yang dibuat oleh masyarakat Sangie Talaud, Sulawesi Utara. Proses yang di terapkan dalam tenun koffo yaitu menggunakan teknik tenun tradisional yang di kenal sebagai tenun lungsi.

Kain Tradisional

Sumber : https://kumparan.com/

Pakaian Kulit Kayu (Sulawesi Tengah, Pulau Kalimantan)

Pakaian kulit kayu merupakan pakaian tradisional yang biasa dipakai untuk upacara adat maupun pakaian sehari-hari oleh masyarakat Sulawesi Tengah dan Kalimantan di masa lampau. Pakaian ini umumnya dibuat dari kain kulit kayu yang menyerupai kertas dan proses pembuatannya masih sangat tradisional.

Meski berasal dari bahan kulit kayu tapi kain ini pada prinsipnya juga memiliki banyak motif seperti, tanduk, tumpal, bunga dan belah ketupat yang mengandung makna tertentu misal keberanian, kebangsawanan, keramahtamahan dan persatuan.

Kain Tradisional

Sumber : http://kikitansyah09.blogspot.com/

Karawo (Gorontalo)

Karawo merupakan Bahasa Gorontalo yang artinya sulaman dengan tangan, tapi orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan Kerawang. Karawo sendiri merupakan kain tradisional khas Gorontalo yang pembuatannya murni dilakukan dengan tangan. Jadi tidak ada kain karawo yang bukan hasil kerajinan tangan. 

Kain Tradisional

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Tudung Manto (Kepulauan Riau)

Tudung manto merupakan sebuah kain yang biasa difungsikan sebagai penutup kepala bagi kaum wanita Riau yang sudah bersuami. Cara pemakaiannya kurang lebih sama seperti memakai selendang biasa yang ditutup di kepala. Kain ini kebanyakan dipakai pada acara tertentu, seperti perkawinan, kegiatan adat serta budaya.

Kain Tradisional

Sumber : https://tudungmanto.wordpress.com/

Kain Cual (Bangka Belitung)

Cual Bangka dahulu dikenal dengan nama Limar Muntok. Kain cual ini merupakan kain tenun tradisional Bangka Belitung yang dibuat seperti halnya kerajinan songket, namun motifnya adalah tenun ikat. Motif tenun cual antara lain susunan motif corak penuh (penganten bekecak) dan motif ruang kosong (jande bekecak). 

Kain Tradisional

Sumber : https://batikbangka.wordpress.com/

Kain Besurek (Bengkulu)

Kata besurek jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah bersurat. Kain ini dinamakan besurek karena batik yang dibuat di Bengkulu kebanyakan didominasi motif kaligrafi Arab serta potongan ayat-ayat suci Al-Quran. Kain ini sangat sakral terutama pada pemakaian kain upacara adat pengantin dan untuk menutupi mayat.

Kain Tradisional

Sumber : https://infobatik.id/

Kain Lantung (Bengkulu)

Kain lantung bagi masyarakat Bengkulu merupakan saksi perjalanan sejarah, sebab kain ini dulunya lahir dari dalam masa perjuangan melawan penjajah. Penggunaan kain lantung secara umum dapat disesuaikan dengan keinginan si pemakai. Dalam artian kain lantung ini dapat dibuat menjadi baju lantung, celana atau hanya kain saja.

Kain Tradisional

Sumber : https://sahdieng.blogspot.com/

Sulam Usus (Lampung)

Sulam usus merupakan seni kerajinan sulam yang telah ada sejak dulu dalam masyarakat Lampung Pepadun. Meski awalnya hanya digunakan sebagai “bebe” atau penutup bagian dada para wanita dan penari untuk acara tertentu namun kini sulam usus juga banyak diaplikasikan sebagai dekorasi busana wanita yang unik.

Kain Tradisional

Sumber : http://www.duniaindra.com/

Gringsing Tenganan (Bali)

Kain gringsing merupakan kain tradisional Indonesia yang berasal dari Desa Tenganan Bali. Kain tenun bali ini disinyalir sebagai hasil karya suku Bali Aga (Bali asli) dan menjadi satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik dobel ikat. Prosesnya konon selalu dibuat secara manual dengan menggunakan tangan.

Kain Tradisional

Sumber : http://www.balitoursclub.com/

Endek (Bali)

Kain endek merupakan kain tenun khas Bali yang memiliki motif sangat beragam. Beberapa motif kain endek Bali ada dianggap sakral sehingga hanya boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan dan kegiatan lain di pura, namun ada juga motif kain endek yang hanya boleh digunakan kalangan tertentu seperti raja atau bangsawan.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.olx.co.id/

Tenun Ikat Dayak/Sintang (Kalimantan Barat)

Kain tenun ikat Sintang merupakan warisan budaya suku Dayak yang mempunyai nilai seni tinggi. Proses produksinya sendiri bisa dibilang tidak mudah karena semuanya dilakukan secara manual dan waktu pembuatannya cukup panjang, mulai dari menanam kapas, memintal benang, pewarnaan, mengikat motif hingga menenun. 

Kain Tradisional

Sumber : http://borneochic.com/

Kain Tenun Sekomandi (Sulawesi Barat)

Sekomandi berasal dari dua kata yaitu “Seko” yang berarti persaudaraan atau kekeluargaan atau rumpun keluarga dan “Mandi” yang berarti kuat atau erat. Selain dibuat untuk kepentingan sendiri, pada jaman dahulu kain tenun Sekomandi khas Sulawesi Barat ini juga dianggap sebagai alat tukar yang bernilai tinggi.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.blanja.com/

Kain Tenun Donggala (Sulawesi Tengah)

Kain tenun donggala merupakan salah satu kain tenunan sutra yang banyak dihasilkan didaerah pesisir kabupaten Donggala. Konon kain ini telah ada sejak ratusan tahun silam dan biasa dibuat dengan mesin tenun sederhana.

Motif yang ditampilkan pada kain tenun Donggala sendiri bisa dibilang cukup beragam dan bervariasi. Beberapa diantaranya yaitu motif bunga mawar, motif bunga anyelir, motif buya bomba subi kumbaja, motif bunga subi, kombinasi bunga subi dan bomba, buya bomba dan buya subi kumbaja.

Kain Tradisional

Sumber : http://lavea.skp-ham.org/

Maduaro (Lampung)

Maduaro merupakan jenis kain sulam dari Provinsi Lampung yang memiliki bentuk seperti layaknya selendang. Bagi masyarakat setempat kain ini awalnya hanya biasa dipakai sebagai penutup kepala, tapi saat ini telah dikembangkan menjadi bahan dasar baju, jilbab dan produk fashion lain yang tidak kalah menarik.

Kain Tradisional

Sumber : http://tulangbawangkab.go.id/

Tenun Ikat Inuh (Lampung)

Tenun ikat inuh merupakan tenun tertua di Lampung. Proses pembuatannya sendiri biasa dilakukan dengan teknik tenun ikat yaitu melalui pengikatan benang-benang. Kain tenun ini mulanya hanya dipakai oleh para perempuan pada acara adat tapi kini sudah mengalami perubahan fungsi terutama untuk bahan utama produk fashion. 

Kain Tradisional

Sumber : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Lurik Yogyakarta (DIY Yogyakarta)

Lurik merupakan salah satu kain tradisional yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Kain ini umumnya memiliki pola hias berbentuk garis-garis sederhana yang diselingi beraneka warna benang. Meski sepintas tampak sederhana tiap motif yang ada pada kain lurik ini sebenarnya juga memiliki makna yang berbeda-beda lho. 

Kain Tradisional

Sumber : https://www.bukalapak.com/

Simak juga pembahasan mengenai Makna Tersembunyi Dibalik 8 Corak Kain Lurik Serta Tips Memilih dan Merawatnya kalau anda mau tahu lebih banyak tentang filosofi kain lurik Yogyakarta.

Sarung Tenun Samarinda (Kalimantan Timur)

Sarung tenun Samarinda alias Tajong Samarinda merupakan sejenis kain tenunan tradisional yang bisa didapatkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kain ini umumnya banyak dibuat dengan alat tenun bukan mesin yang secara keseluruhan terbuat dari kayu, tanpa ada yang bermesin. Nama alat tenunnya biasa disebut Gedokan. 

Kain Tradisional

Sumber : http://kelurahantenun.blogspot.com/

Lipa Sabbe (Sulawesi Selatan)

Lipa sabbe merupakan sarung tenun ATBM suku Bugis yang banyak dibuat di kota Sengkang ibu kota kabupaten Wajo. Lipa sabbe ini umumnya memiliki motif, ragam hias dan warna yang khas dan dibuat secara turun temurun. Seiring perkembangan jaman penenun bebas menciptakan motif dan memberikan nama pada lipa sabbe.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pemakaiannya lipa sabbe sendiri secara umum dapat dibedakan menjadi empat golongan.

  • Sebagai alat untuk menahan pengaruh dari alam sekitar.
  • Sebagai lambang keunggulan dan gengsi.
  • Sebagai lambang yang dianggap suci.
  • Sebagai perhiasan tubuh.

Kalau dari segi sosial secara umum Lipa Sabbe digambarkan sebagai kepandaian menenun seorang wanita. 

Kain Tradisional

Sumber : https://www.facebook.com/

Batik Betawi (DKI Jakarta)

Kain batik Betawi konon sudah ada sejak jaman Batavia. Keunikan kain batik Betawi bisa dilihat pada warnanya yang semarak karena dibuat sesuai dengan selera orang Betawi yang meriah. Motif batik Betawi kebanyakan terinspirasi dari kesenian budaya Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda serta Cina.

Kain Tradisional

Sumber : https://www.mpokiyah.com/

Tenun Corak Insang Kota Pontianak (Kalimantan Barat)

Tenun corak insang merupakan tenunan tradisional masyarakat Melayu kota Pontianak yang dikenal pada masa Kesultanan Kadriah. Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang kain tenun corak insang kemudian berkembang menjadi pakaian khas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus ikon dari kota Pontianak.

Kain Tradisional

Sumber : https://rkb.id/

Lipa Saqbe Mandar (Sulawesi Barat)

Kain tenun lipa saqbe merupakan kain tradisional yang berasal dari Sulawesi Barat. Sepintas kain ini memiliki kemiripan dengan kain sutra dari daerah lain tapi motif kain tenun lipaq saqbe secara tradisional diciptakan khusus berdasarkan standar ekonomi, sosial budaya, agama, dan juga strata sosial seseorang.

Kain Tradisional

Sumber : http://paradizhop.blogspot.com/

Ditinjau dari penciptaan motifnya kain tenun lipaq saqbe terbagi atas dua macam yaitu sure dan bunga.

  • Sure merupakan motif lipaq saqbe klasik berbentuk garis geometris yang diciptakan tanpa hiasan atau bunga yang membuatnya terlihat mencolok.
  • Sementara lipaq saqbe motif bunga diciptakan dengan hiasan berupa bunga atau ornamen lainnya yang menjadikan tampilannya tampak lebih cantik dan menawan.

Dari sekian banyak jenis kain yang ada semua pasti memiliki keunikan tersendiri yang erat kaitannya dengan alam, lingkungan, adat istiadat dan budaya yang mencerminkan identitas bangsa. Dengan begitu perlindungan terhadap kain tradisional perlu dilakukan agar keberadaannya tetap terjaga dengan baik dan tidak hilang ditelan waktu.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.