Keindahan sebuah kain batik tidak hanya dinilai dari tingkat kerumitan motif batikannya, tetapi juga dipengaruhi oleh komposisi warna penyusunnya. Penggunaan pewarna batik alami yang diambil dari ekstrak tumbuh-tumbuhan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menciptakan warna batik yang klasik dan eksklusif meskipun warna-warna yang dihasilkan tidak selengkap zat pewarna batik sintetis.
Sumber : http://pusatgrosirsolo.com/
Beberapa jenis tanaman penghasil warna yang biasa dimanfaatkan untuk membuat pewarna batik alami diantaranya berupa kunyit, tanaman indigofera, jalawe, teh, secang, bawang merah, kelapa, serta tanaman tingi, jambal dan tegeran.
Sumber : http://www.indonesiakaya.com/
Kunyit
Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan salah satu tanaman obat sekaligus bumbu kuliner yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik. Bagian tanaman yang diambil adalah rimpang dan umbi akar yang menghasilkan warna kuning.
Sumber : http://kabarinews.com/
Indigofera
Indigo (Indigofera tinctoria) merupakan sejenis tanaman perdu yang diambil bagian daun dan rantingnya untuk menghasilkan warna biru.
Sumber : https://colourmeindigo.wordpress.com/
Jalawe
Kulit buah jalawe merupakan salah satu bahan jamu tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai perwarna batik. Warna kain yang dihasilkan dari proses pencelupan rebusan jalawe yaitu berupa warna hijau kecoklatan.
Sumber : http://amiafiyati.blogspot.co.id/
Teh
Selain dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman, bagian daun teh (Camelia sinensis) yang sudah tua bisa dimanfaatkan untuk zat pewarna alami batik. Bagian daun teh ini jika diolah akan menghasilkan warna cokelat pada kain yang dibatik.
Sumber : http://www.teh-hitam.com/
Secang
Secang (Caesaslpinia sapapan lin) merupakan sejenis tanaman keras yang diambil bagian kayunya untuk menghasilkan warna merah. Warna merah tersebut diperoleh dari proses oksidasi dalam pencelupan larutan berwarna kuning sebelumnya.
Sumber : https://www.tokopedia.com/
Bawang Merah
Selain bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masak, bawang merah (Allium ascalonicium L) juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik. Bahan yang diambil adalah bagian kulit yang menghasilkan warna jingga kecoklatan.
Sumber : http://bajugrosirjogja.com/
Kelapa
Bagian tanaman kelapa (Cocos nucifera) yang dijadikan bahan pewarna batik adalah kulit buah terluarnya yang berserabut (sabut kelapa). Warna yang dihasilkan yaitu berupa krem kecoklatan.
Sumber : http://www.trubus-online.co.id/
Tingi, Jambal dan Tegeran
Tingi (Ceriops condolleana), jambal (Pelthopherum pterocarpum) dan tegeran (Cudrania javanensis), merupakan tiga jenis tumbuhan yang dapat diambil kulit dan kayunya kemudian dicampur menjadi satu untuk menghasilkan warna soga pada kain batik.
Sumber : http://zatwarnaalami.blogspot.co.id/
Sumber : http://zatwarnaalami.blogspot.co.id/
Sumber : http://zatwarnaalami.blogspot.co.id/
Karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan, pewarna alami batik umumnya cenderung cepat memudar jika dicuci dengan detergen biasa. Oleh karena itulah untuk mempertahankan keaslian warna batik anda bisa mencucinya dengan pembersih alami dari buah lerak yang dapat difungsikan sebagai deterjen tradisional.
Semoga bermanfaat.
Comments 0
Leave a CommentSend Comment
Send Reply
Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.