Article

Homepage Article Batik Batik Pacitan

Batik Pacitan

Kabupaten Pacitan terletak di pantai selatan Jawa Timur. Ketandusan wilayah Pacitan yang diimbangi oleh keindahan alam pantai serta gua-gua pra sejarah, sering menjadi tujuan wisata. Pacitan merupakan daerah pantai dengan sedikit areal sawah, sehingga banyak warga yang mata pencahariannya bukan petani. Para wanita lebih banyak mengisi hari dan waktu luangnya dengan membatik. Pacitan tekenal akan karya-karya batiknya berkat kakak beradik Coenraad yang sekitar seabad yang lalu menjalankan usaha batik disana. Pengaruh gaya Solo pada karya-karya batik Pacitan sangatlah terlihat. Namun berkembang pula gaya Pacitan sendiri, yang ditandai motif-motif klasik pedalaman dengan warna-warna yang lebih pekat dari soga.

Keindahan alam telah menginspirasi ragam hias dan motif Batik Pacitan, yang sarat dengan simbol-simbol hayati. Motif khas Pacitan berupa buah pace atau mengkudu dan karang laut. Batik klasik buatan Pacitan kini terancam punah karena para pembatiknya sudah memasuki usia renta dan regenerasi masih belum menyamai hasilnya.

Sentra batik tulis asli Pacitan berada di desa Lorok, Wiyoro kecamatan Ngadirojo, dan wilayah Arjowinangun kota Pacitan. Batik Pacitan, selain terkenal dengan motif pace, ada pula yang disebut dengan batik Lorok, penamaan batik ini disesuaikan dengan daerah pembuatnya yaitu desa Lorok. Pengembangan motif dan variasi batikan terus dilakukan untuk menambah keanekaragam. 

Motif Pace yang menjadi ciri khas Batik Pacitan ditampilkan dengan memadukan motif ukel dan bunga teratai. Dasar blok dengan motif batuan koral mengisi kekosongan ruang di sela-sela motif utama hal ini untuk menampilkan kesan Pacitan yang banyak terdapat batu-batuan. 

Batik Pacitan Motif Pace

Batik Pacitan Motif Pace

(Sumber: http://abduh1.blogspot.com)

Ingin belajar membatik? Klik Disini untuk melihat video tutorial membatik.

Desain batik pace ini berawal dari bentuk segi empat beraturan. Bagian dalam motif segi-segi empatnya diisi dengan buah pace yang disusun membentuk segi empat berselang-seling dengan motif kulit buah pace yang sedang ditumbuhi bunga-bunga. Bagian dalam kotak segi empat dibuat variasi, ada yang diblok dengan malam ada yang dikosongkan. Motif tersebut memiliki arti sebuah ketulusan dan pengabdian seseorang kepada yang dikasihi agar terhindar dari berbagai macam musibah atau penyakit.

Batik Pacitan Motif Pace Ceplok

Batik Pacitan Motif Pace Ceplok

(Sumber: http://retno-toni.blogspot.com)

Untuk batik Lorok, dibedakan menjadi beberapa era yaitu tahun 1960 sampai tahun 2010. Batik Lorok Pacitan di era tahun 1960-an sudah terkenal akan kehalusan batiknya. Ceceknya yang kecil dan rumit menandakan sangat hati-hati dalam pembuatannya. Motifnya mengarah ke jenis batik petani yaitu berupa motif flora dan fauna yang ada di sekitar daerah tersebut. Gambar masih sederhana karena para pendesain masih belum begitu mahir dalam menggambar. Pewarnaan batik ini dipengaruhi oleh batik Jogja dan Solo yaitu warna biru (nila) dan coklat (soga). Batik- batik ini semakin surut di era tahun 1980, disebabkan banyaknya batik printing yang masuk ke daerah Pacitan. Di tahun 1960 batik Lorok dipakai oleh para wanita untuk kain panjang. 

Batik Lorok Tahun 1960

Batik Lorok Tahun 1960

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Ingin membeli alat-alat membatik? Klik Disini untuk mendapatkan alat-alat membatik.

Batik Lorok Pacitan di era tahun 1980-an sedikit mengalami perubahan, perubahan yang menonjol adalah fungsi batik digunakan untuk bahan baju pria dan wanita. Motif dan warna dibuat seperti motif-motif tekstil yang ada di pasaran. Detail pada batik belum diperhatikan karena permintaan pasar menginginkan batik yang berharga murah dan cepat pembuatannya. Pemerintah pada saat itu juga berperan dalam melatih dan mengembangkan batik Lorok, mulai dari pelatihan pewarnaan sampai pada kegiatan pameran. 

Batik Lorok Tahun 1980

Batik Lorok Tahun 1980

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Batik Lorok Pacitan di era tahun 1990-an hampir sama dengan tahun 1980-an. Motifnya sederhana, pembuatan relatif cepat, belum seberapa memperhatikan kualitas batikan.Variasi motif sudah mulai berkembang disebabkan pengaruh dari batik-batik lain daerah.

Batik Lorok Tahun 1990

Batik Lorok Tahun 1990

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Ingin membeli batik tulis eksklusif? Klik Disini untuk melihat katalog kain batik.

Batik Lorok Pacitan di era 2000-an mulai menampakkan eksistensinya, pengrajin muda mulai bermunculan. Batik-batik yang bernuansa alami dengan detail yang halus sudah mulai bermunculan. Pembatik dan pendesain batik berusaha keras untuk menyamakan mutu dan kualitas batik Lorok dengan batik dari daerah lain. 

Batik Lorok Tahun 2000

Batik Lorok Tahun 2000

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Batik Lorok Pacitan di era tahun 2010 sudah mulai menampakkan keindahan. Ada dua jenis batik yang dibuat yaitu batik pewarna alam dan batik klasik modern. Batik klasik modern dibuat seperti layaknya batik Lorok tempo dulu, yaitu dengan cara pewarnaan menggunakan wedel (nilo) lalu dilorod, dibatik lagi, disoga lalu dilorod lagi. Sentuhan modernnya berupa coletan warna merah (rapid) dan pemberian warna kuning (sol) pada bagian obyek tertentu. Desain batik juga dibuat lebih kontemporer mengikuti perkembangan jaman, namun tidak meninggalkan ciri khas batik lorok yang berupa motif flora dan fauna yang berada di lingkungan daerah Lorok Pacitan.

Batik Lorok Tahun 2010

Batik Lorok Tahun 2010

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Batik Lorok Tahun 2010

(Sumber: http://batiklorok.blogspot.com)

Batik motif Peksi Gisik Lorok dengan latar batu-batu koral, menggambarkan burung Sikatan yang biasa hidup di pinggiran sungai (gisik) untuk melengkapi motif batik khas Pacitan. Bagian daun dan buahnya diselipkan buah pace. Proses pewarnaan batik dengan menggunakan proses klasik. Batik ini menggunakan pewarna alami dengan pencelupan sekitar 25 kali pencelupan. Pewarna alami dibuat dari kulit mahoni.

Batik Pacitan Motif Peksi Gisik Lorok

Batik Pacitan Motif Peksi Gisik Lorok

(Sumber: http://masdwi.p.ht)

Batik Pacitan memiliki keunggulan kompetitif dari sisi warna, karena menggunakan bahan alami dari akar-akaran dan kulit kayu sehingga tampilan batiknya terkesan lembut. Batik ini selain awet, mengandung anti oksidan serta ramah lingkungan.

Peran pemerintah untuk mematenkan motif-motif Batik Pacitan merupakan salah satu upaya untuk menghindari klaim dari pihak-pihak lain yang akan mengambil keuntungan. Dan juga sebagai langkah memproteksi kekayaan budaya daerah untuk mengoptimalisasi pengembangan kerajinan batik itu sendiri.

Yuk jadikan Batik Pacitan sebagai salah satu koleksi batik anda dan tak ada alasan lagi untuk tidak bangga mengenakan uniknya kain nusantara ini.

Tags: jual kain, jual kain batik, jual batik, jual kain batik murah, toko kain, toko kain batik, toko batik, toko batik online, toko kain batik online, beli kain, beli kain batik, beli batik, batik indonesia, belanja batik, belanja batik online, motif batik, harga batik

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.