Article

Homepage Article Fashion Design Apa Yang Menyebabkan Bau…

Apa Yang Menyebabkan Bau Khas Pada Baju Di Toko?

Biasa mencium aroma khas yang menempel pada baju baru?. Meski tidak sepenuhnya berpengaruh, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan timbulnya aroma pada baju yang masih baru lho.

Beberapa point penting yang akan dibahas dalam artikel ini diantaranya:

Penyebab Bau Baju Baru

Dilihat dari sumber utamanya, bau yang sering tercium pada baju baru sebenarnya dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kandungan zat kimia yang terdapat pada bahan pakaian, bau plastik kemasan, pengawet dan lingkungan penyimpanan baju.

  • Bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan atau finishing pakaian dapat meninggalkan bau yang tidak sedap.
  • Bau plastik atau kemasan lain yang dipakai untuk menjaga kebersihan baju dan perlindungan pada baju selama proses pengiriman, juga dapat menempel pada pakaian.
  • Beberapa pabrikan mungkin menggunakan bahan pengawet untuk melindungi baju selama penyimpanan atau pengiriman ke department store, butik, distro, bahkan penjual kaki lima.
  • Baju baru yang disimpan dalam lingkungan tertentu seperti gudang yang lembap atau kamar yang tidak ventilasi, dapat menyerap bau dari lingkungan tersebut.

Bau Baju Baru

Sumber : https://www.fewerandbetterblog.com/

Zat Kimia Penyebab Bau

Terkait dengan hal tersebut lantas zat kimia seperti apa yang biasa biasa menyebabkan bau pada baju?. Khusus untuk proses pembuatan serat pakaian yang sumbernya berasal dari makhluk hidup, misalnya serat wol, sutra dan kapas, berikut beberapa senyawa yang umum digunakan.

1. Fungisida

Pertama ada fungisida jenis pentaklorofenol yang biasa digunakan untuk mencegah perkembangbiakan kutu dan tungau pada serat pakaian.

  • Pentaklorofenol merupakan fungisida yang berbentuk butiran padat berwarna putih.
  • Pentaklorofenol termasuk salah satu senyawa berbahaya dan berbau tajam.

2. Pestisida

Selain pentaklorofenol terdapat pula pestisida organoklorin yang memiliki tingkat toksisitas rendah namun dapat bertahan lama di lingkungan.

3. Insektisida

Berikutnya ada DDT dari golongan insektisida yang akan menghasilkan residu yang jika tidak dibersihkan akan terakumulasi dalam jaringan tubuh manusia.

Untuk serat sintesis kemungkinan bahan kimia yang dapat menimbulkan aroma khas baju baru di toko antara lain berupa residu dari proses proses polimerisasi yang menghasilkan bermacam-macam senyawa mulai dari alkohol, ester asam karboksilat dan ftalat ester.

Lalu pada proses pemutihan yang bertujuan untuk membersihkan serat dari pengotor sekaligus memutihkan serat, terdapat pula senyawa hipoklorit dan hidrogen peroksida.

Adapun kandungan zat kimia dan yang paling sering ditemui untuk baju yang telah diproduksi antara lain berupa:

1. Quinoline (Kuinolina)

Senyawa quinoline termasuk ke dalam jenis senyawa yang paling umum ditemukan pada baju dengan bahan poliester.

  • Quinoline merupakan senyawa higroskopis.
  • Quinoline memiliki rumus molekul C9H7N.
  • Quinoline memiliki bau yang sangat kuat dan tidak berwarna.
  • Quinoline pada baju berfungsi sebagai bahan pewarna.

2. Amina Aromatik

Berikutnya ada amina aromatik yang biasa difungsikan sebagai bahan pewarna. Jenis amina aromatik yang dimaksud yakni berupa diaminatoluena, naftilamina dan aminoakridina.

3. Benzotiazol

Senyawa benzotiazol dengan rumus molekul C7H5NS yang termasuk ke dalam senyawa heterosiklik aromatik juga dapat memicu timbulnya bau khas pada baju baru.

  • Benzotiazol merupakan cairan yang bertekstur kental dan tidak berwarna.
  • Kandungan benzotiazol terdapat di kapas yang telah menjadi serat dan juga bahan baku baju.

4. DMF (Dimetilformamida)

Selanjutnya ada DMF atau dimetilformamida yang umum sebagai pelarut pada reaksi kimia dan juga digunakan dalam proses finishing tekstil.

  • DMF merupakan senyawa organik yang memiliki rumus molekul (CH3)2NC(O)H.
  • DMF pada baju berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur.

5. Formaldehida

Bau khas yang paling sering tercium pada baju baru bisa juga disebabkan oleh formaldehida (nama resmi Metanal atau nama komersil formol), sejenis formalin yang biasa dipakai oleh pabriknya untuk menghilangkan wrinkle dan juga bakteri penyebab jamur pada baju.

Pada baju baru, formaldehida seharusnya bisa hilangkan dengan mudah yakni dengan cara dicuci. Tapi kalau baunya tidak hilang juga maka kamu bisa mencoba membersihkannya dengan menggunakan air hangat yang dicampur cuka atau air hangat yang dicampur jeruk nipis.

Untuk menghilangkan bau baju baru dan mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya pada baju baru, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba.

  • Pilih pakaian dari produsen yang mematuhi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.
  • Perhatikan label dan sertifikasi yang menunjukkan bahwa pakaian diproduksi dengan metode yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.
  • Cuci baju baru sebelum menggunakannya untuk membantu menghilangkan residu bahan kimia dan menjaga kebersihan pakaian.

Kesimpulan

Itu dia pembahasan singkat mengenai beberapa jenis bahan kimia yang dapat memicu adanya bau atau aroma khas pada baju baru. Dengan mengetahui banyaknya zat yang terkandung di baju baru, semoga kamu bisa mempertimbangkan pentingnya mencuci baju baru sebelum dipakai ya.

Pasalnya selain bau khas baju baru bisa mengganggu orang yang ada di sekitar kamu, bukan tidak mungkin jika bahan-bahan kimia yang terkandung pada baju tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya buat tubuh kamu di kemudian hari.

Simak juga :

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.