Article

Homepage Article Batik Batik Depok

Batik Depok

Depok merupakan salah satu kota penyangga Ibu Kota Jakarta, kota ini terletak di Propinsi Jawa Barat. Tak banyak yang mengetahui jika Depok memiliki motif batik yang memiliki berbagai makna. Batik Depok mulai berkembang lagi sejak tahun 2007 ketika Dekranasda Kota Depok mengadakan lomba desain batik khas Depok. Pada lomba tersebut banyak peserta yang ikut berpartisipasi hingga didapat ratusan desain, namun hanya sepuluh desain yang terpilih untuk didaftarkan agar mendapat hak paten.

Semua motif batik memiliki makna yang tentunya berbeda sesuai dengan kekhasan yang ingin ditampilkan. Umumnya motif dan corak Batik Depok mengandung simbol-simbol Kota Depok dan ikon Kota Depok. Seperti, motif ikan hias (manfish), yang memang khas berasal dari Kota Depok utamanya di daerah Kecamatan Sawangan, dan motif Belimbing, karena Belimbing sebagai ikon Kota Depok.

Batik Depok Motif Ikan Hias

Batik Depok Motif Ikan Hias

Sumber: http://bisnis.depoklik.com

Batik Depok Motif Ikan Hias

Sumber: http://www.depok.go.id

Kekhasan Batik Depok didominasi oleh simbol-simbol Kota Depok seperti lambang Kota Depok Paricara Dharma, Gong si Bolong, Topeng Cisalak, tanaman hias, ikan hias, dan lain sebagainya. Bila dilihat dari segi warna dasar, semua motif batik mengandung unsur warna kuning keemasan, merah marun, oranye, biru, dan biru tua, yang melambangkan suatu kewibawaan, keteduhan, ketenangan, dan keberanian.

Batik Depok

Batik Depok

Sumber: http://dekranasda.depok.go.id

Ingin belajar membatik? Klik Disini untuk melihat video tutorial membatik.

Bila dilihat dari segi motif dan simbol, ada beberapa macam yaitu Paricara Dharma merupakan semboyan Kota Depok yang merupakan amanah semua komponen masyarakat Depok, mengutamakan pengabdian yang baik, benar, dan adil.

Batik Depok Motif Paricara Dharma

Batik Depok Motif Paricara Dharma

Sumber: http://javabatic1.blogspot.com

Batik Depok Motif Paricara Dharma

Sumber: http://dekranasda.depok.go.id

Kemudian simbol sayap, yang berarti mengayomi, mengangkat tinggi harkat, martabat, dan derajat masyarakat Depok pada umumnya. Simbol Buah Belimbing dan Ikan Memphis, melambangkan keunggulan Kota Depok. Simbol Mega Mendung, memberi arti tingginya cita-cita dan semangat yang sejuk. Dan Jembatan Panus, Margonda, Gedung Tua dan Gong Sibolong serta Topeng Cisalak, yang menunjukan bahwa masyarakat Depok tak akan pernah meninggalkan dan akan selalu menghormati sejarah dan budaya para pendahulunya.

Batik Depok

Batik Depok

Sumber: http://www.depok.go.id

Batik Depok

Sumber: http://www.depok.go.id

Ingin membeli alat-alat membatik? Klik Disini untuk mendapatkan alat-alat membatik.

Berbagai daerah menggunakan batik sebagai sarana eksistensi diri alias ikon daerah. Simbol Buah Belimbing, motif irisan buah belimbing yang menjadi ciri khas Depok dipadu dengan sulur-suluran dalam paduan warna merah-terakota terlihat anggun. Sang perancang motif terlihat luwes menggambarkan bagian demi bagian motif batik ini. Cukup sederhana, sebetulnya, namun rancangan ini pastilah dibuat dengan penuh ketekunan dan kesabaran untuk menghasilkan yang terbaik.

Batik Depok Motif Belimbing

Batik Depok Motif Belimbing

Sumber: http://batikmania.blogspot.com

Batik Depok Motif Belimbing

Sumber: http://batikmania.blogspot.com

Selain nilai-nilai keutamaan yang diharapkan keberadaannya di kalangan warga Depok, produksi masal batik ini pun akan mendongkrak sektor ekonomi secara signifikan. Meskipun idenya orisinil warga Depok, sayangnya produksinya masih dilakukan di Solo. Alasannya, belum ada lahan untuk membangun tempat kerajinan batik di Kota Depok dan terganjal masalah limbah juga.

Batik Depok

Batik Depok

Sumber: http://www.depok.go.id

Batik Depok

Sumber: http://www.depok.go.id

Batik Depok

Sumber: http://www.depok.go.id

Ingin membeli batik tulis eksklusif? Klik Disini untuk melihat katalog kain batik.

Untuk motif batik yang kesebelas yaitu motif terbaru dari Batik Depok dinamakan batik ODNR (One Day No Rice) atau program Sehari Tanpa Nasi karena bermotif berbagai varian karbohidrat yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi dan memiliki indeks glikemik yang rendah, seperti jagung, kentang, singkong, ubi, talas, dan sagu. Dalam motif batik ini, menyiratkan bahwa karbohidrat itu tidak selalu berasal dari padi. Batik tersebut diluncurkan sebagai hadiah HUT Ke 14 Kota Depok pada 2 Mei 2013 lalu. Batik berwarna dasar yang dipadu warna kuning dan putih itu terdapat gambar karbohidrat lokal seperti jagung, singkong, ubi jalar, kentang, sagu, dan tales. Batik ODNR itu bukan batik untuk seragam pegawai negeri sipil (PNS) Kota Depok melainkan untuk seluruh masyarakat Depok. Karena untuk masyarakat Depok maka seniman batik mempersembahkan fesyen tersebut. Selain itu juga untuk masyarakat Indonesia yang menjadikan hidup sehat dengan mengedepankan pangan lokal sebagai gaya hidup.

Batik Depok Motif ODNR

Batik Depok Motif ODNR

Sumber: http://vokasi.ui.ac.id

Untuk memdapatkan Batik Depok, Sahabat Fitinline bisa membelinya di Dekranasda di kantor Balai Kota Depok yang beralamat di Gd. Balaikota, Jl. Margonda Raya No. 54. Atau bisa juga ke UKM Center di ITC Depok. Namun sangat disayangkan karena Batik Depok masih dibuat dengan proses batik priting dan bukan proses batik tulis.

Upaya Pemda setempat untuk melestarikan Batik Depok yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Depok, serta masyarakat Depok pada umumnya diharapkan untuk mengenakan Batik Depok di setiap kesempatan. Para siswa se- Kota Depok juga diharapkan mengenakan batik bercorak ikan hias seminggu sekali. Begitu pula para PNS akan memakai batik bercorak Paricara Dharma.

PNS Mengenakan Batik Depok

PNS Mengenakan Batik Depok

Sumber: http://metro.sindonews.com

Semoga bermanfaat.

Tags: jual kainjual kain batikjual batikjual kain batik murahtoko kaintoko kain batiktoko batiktoko batik onlinetoko kain batik onlinebeli kainbeli kain batikbeli batikbatik indonesiabelanja batikbelanja batik onlinemotif batikharga batik

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.