A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: A non-numeric value encountered

Filename: controllers/Article.php

Line Number: 424

Sejarah, Ciri Khas, Ragam Hias dan Teknik Pembuatan Batik Papua Yang Kaya Akan Warna

Article

Homepage Article Batik Sejarah, Ciri Khas, Ragam…

Sejarah, Ciri Khas, Ragam Hias dan Teknik Pembuatan Batik Papua Yang Kaya Akan Warna

Keanekaragaman kain tradisional Indonesia semakin lengkap dengan adanya batik Papua. Meski dari segi sejarah Papua sebenarnya tidak mengenal budaya dan teknologi membatik namun soal kualitas dan keunikan, batik Papua ini justru terkenal sangat indah dan tidak kalah menarik dengan batik lainnya.

Sejarah Batik Papua

Berkembangnya budaya dan teknologi membatik di Papua sendiri bermula saat pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari The United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1985. Bantuan yang dimaksud yaitu berupa pemberdayaan kebudayaan di daerah Indonesia bagian Timur yakni Papua.

Batik Papua

Sumber : https://www.gotravelly.com/

Untuk memberikan pelatihan membatik di Papua pemerintah kala itu mendatangkan langsung pelatih batik dari Jawa khususnya dar kota Yogyakarta. Setelah mendapatkan pelatihan membatik, para pengerajin batik dari Papua lama kelamaan mulai terbiasa membatik bahkan   menghasilkan motif batik khas mereka sendiri.

Batik Papua

Sumber : https://bobo.grid.id/

Berbagai macam suku-suku di daerah Papua juga turut andil dalam mengembangkan ragam motif batik, mulai dari suku yang tinggal dipegunungan hingga pesisir pantai. Jadi jangan heran kalau sebagian besar motif-motif batik Papua merupakan penggambaran dari kondisi alam sekitar baik itu flora dan fauna. 

Batik Papua

Sumber : http://batik-online-shop.blogspot.com/

Untuk sentra produksinya sendiri Papua juga memiliki sentra batik yang terletak di wilayah Jayapura yang juga merupakan ibukota Propinsi Papua Barat. Biasanya pekerjaan membatik di Papua juga dibagi-bagi, untuk perempuan mengerjakan batik tulis sedangkan untuk laki-laki membuat batik cap.

Karakteristik Batik Papua

Ditinjau dari karakteristik yang dimilikinya batik Papua sebenarnya hampir sama dengan berbagai jenis batik lain di Nusantara, hanya saja motif dan kombinasi warna yang digunakan berbeda. Bila sebagian besar motif batik di Jawa dibuat simetris maka batik di Papua malah kerap dibuat dalam bentuk asimetris.

  1. Batik Papua banyak menampilkan motif yang berwarna terang atau warna-warna ceria seperti kuning, merah dan hijau.
  2. Kombinasi warna cerah yang dipadukan dengan motif etnik Papua membuat batik Papua terlihat sangat eksotis.
  3. Sebagian besar motif batik Papua banyak menampilkan unsur alam dan peninggalan arkeologi yang tersebar di daerah Papua.
  4. Batik khas Papua tidak hanya melambangkan budaya masyarakat yang ada di sekitar, namun juga menorehkan lambang sejarah dan arkeolog di dalamnya.
  5. Kekhasan batik Papua juga terletak ketika siapapun yang mengenakannya akan terlihat lebih anggun dan menarik.
  6. Penambahan corak khas Papua biasa dilakukan untuk mengikuti perkembangan pasar, sekaligus memperkenalkan beragam budaya yang banyak terdapat di Papua.

Motif Batik Papua

Sama halnya dengan kain batik yang berkembang di pulau Jawa, batik Papua sebenarnya juga mempunyai nyawa tersendiri yang begitu dekat dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat papua. Sebagian besar motif batik inipun juga menampilkan beberapa unsur dari alam dan kebudayaan daerah setempat.

Beberapa motif batik papua yang paling terkenal diantaranya ada motif asmat, motif cendrawasih, motif kamoro, motif prada, motif tifa honai, motif sentani papua, serta motif asimetris.

1. Motif Asmat

Motif asmat termasuk ke dalam jenis motif batik yang paling populer di Papua. Motif batik ini umumnya didominasi oleh corak ukiran khas suku Asmat seperti ukiran patung yang menjadi suku asli penghuni Papua.

    • Kebudayaan dari suku asmat yang mengakar di Papua membuat motif batik Papua juga memiliki pengaruh besar dari suku asmat.
    • Gambar motifnya biasanya berupa patung-patung kayu khas suku asmat dan alat-alat musik khas kebudayaan asmat.
    • Motif batik asmat juga memiliki ciri warna yang khas yaitu coklat yang dipadukan dengan warna terakota atau warna batu bata.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

2. Motif Cendrawasih

Burung cendrawasih menjadi salah satu motif batik yang sangat berdekatan dengan suasana alam. Motif batik Cendrawasih ini biasanya dipadukan dengan gambar tumbuhan dan bunga-bunga cantik khas Papua.

    • Burung cendrawasih dengan bulu dan ekor yang indah menjadi khas tersendiri bagi batik cendrawasih dari Papua.
    • Warna-warna yang bisa dipakai yaitu warna hijau, merah, maupun kuning yang keemasan.
    • Batik bermotif burung cendrawasih yang gagah bisa memberi kesan tegas dan anggun pada penampilan orang yang memakainya.
    • Siapa pun yang menggunakan motif batik ini juga akan terlihat elegan dengan keindahan gambar serta warnanya.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

3. Motif Kamoro

Motif kamoro merupakan motif batik khas Papua yang memiliki ciri sangat khas dengan motifnya yang asimetris.Sebagian besar banyak menggambarkan keindahan alam serta keunikan seni ukir suku kamoro yang mendiami tanah Papua.

    • Motif batik kamoro biasanya hadir berupa simbol patung berdiri yang setiap pembuatan biasanya memiliki perbedaan dari gaya, ekspresi, baju dan aksesoris.
    • Motif kamoro sering dikombinasikan dengan  tambahan gambar tumbuhan khas Papua.
    • Warna-warna yang ditampilkan dari motif batik kamoro umumnya terkesan lebih berani dan cerah.
    • Selain digunakan sebagai bahan pakaian, motif batik kamoro juga terus mengalami perkembangan fungsi misalnya saja sebagai bahan pembuatan bed cover.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

4. Motif Sentani Papua

Motif batik Sentani merupakan motif batik yang berasal dari Sentani kabupaten Jayapura. Motif batik umumnya memiliki gambar alur melingkar seperti alur batang kayu yang dengan satu atau perpaduan dua warna.

    • Kesederhanaan motif Sentani bisa dilihat pada alur batang kayu yang melingkar.
    • Filosofi yang terkandung di dalam batik ini yaitu menggambarkan tanah Papua yang masih subur dan dipenuhi hutan-hutan lebat serta segala kekayaan alamnya.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

5. Motif Prada

Motif batik Prada sebenarnya hampir menyerupai batik cendrawasih, hanya saja pada motif prada ini terdapat sentuhan garis emas yang dibuat dari benang emas dengan kualitas terbaik.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

6. Motif Tifa Honai

Motif tifa honai termasuk ke dalam jenis motif batik yang memiliki makna filosofis sangat tinggi. Bila diterjemahkan motif ini sebenarnya memiliki arti rumah kebahagiaan yakni rumah yang dipenuhi dengan kebahagiaan.

    • Dalam motif batik tifa honay terdapat gambar Honai sebagai rumah adat Papua dan  tifa sebagai alat musik khas Papua.
    • Gambar honai pada motif batik ini melambangkan sebuah keluarga, kemudian tifa melambangkan kebahagiaan.
    • Kombinasi keduanya menggambarkan tempat untuk berpulang dan berlindung dalam kebersamaan keluarga yang bahagia.
    • Selain itu motif tifa honai juga banyak terinspirasi dari banyak hal yang ada di tanah Papua seperti sumber mata air dan pemandangannya yang indah.

Batik Papua

Sumber : https://batik-tulis.com/

Bahan Kain Batik Papua

Bahan kain yang dipakai dalam pembuatan batik umumnya cukup beragam, tetapi karena cuaca di Papua yang cukup panas, maka dalam produksinya lebih banyak memakai bahan katun dan sutra. Selain itu masyarakat Papua ada juga yang terkadang menggunakan bahan kain shantung.

1. Kain Katun

Kain katun merupakan sejenis bahan kain yang diperoleh dari pengolahan buah tanaman kapas. Kain dari bahan kapas ini umumnya memiliki ciri yang sangat khas yakni bersifat menghangatkan di kala dingin dan mampu menyejukkan di kala panas.

2. Kain Sutra

Kain sutra yang biasa digunakan untuk membuat batik sebagian besar diambil dari kain sutra asli dengan kualitas super yang cukup tipis. Dalam bentuk batik, kain sutra sangat bagus untuk menyerap keringat dan cocok dikenakan dalam berbagai kesempatan.

3. Kain Shantung

Kain shantung merupakan kain yang memiliki tekstur sangat halus, lembut dan dingin. Kain ini juga terbagi dalam beberapa tingkatan dari yang tipis hingga tebalsehingga sangat cocok digunakan untuk pembuatan kain batik baik itu batik tulis maupun cap.

Zat Pewarna Batik Papua

Dalam hal pewarnaan, batik papua awalnya memakai pewarna alami yang berasal dari buah pinang. Akan tetapi karena permintaan konsumen semakin meningkat dan proses produksinya juga harus cepat maka pewarna yang digunakan untuk batik Papua inipun mulai bergeser ke pewarna sintesis.

1. Pewarna Alami

Pewarna alami (natural dyes) merupakan jenis zat warna yang diperoleh dari alam baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan pewarna alami untuk batik ini biasanya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti daun, buah, kulit kayu, kayu, akar, biji dan bunga.

2. Pewarna Sintetis

Pewarna sintetis (synthetic dyes) merupakan jenis zat warna yang dibuat menurut reaksi kimia tertentu sehingga sifatnya lebih stabil dan dan mudah digunakan. Pewarna sintetis untuk kain ini sebenarnya lumayan banyak, namun hanya beberapa yang dapat digunakan sebagai pewarna batik.

Butuh bahan pewarna sintetis dan juga alat batik berkualitas untuk menunjang kegiatan membatik anda?. Sahabat Fitinline bisa mendapatkannya Di Sini.

Proses Pembuatan Batik Papua

Ditinjau dari cara pembuatannya batik Papua sebenarnya bisa dibuat dengan dicap ataupun ditulis. Khusus untuk batik Papua yang dibuat dengan teknik tulis yang mengerjakan biasanya adalah para wanita, sementara untuk batik papua yang dibuat dengan teknik cap yang mengerjakan adalah para pria.

1. Teknik Batik Tulis

Teknik batik tulis merupakan metode pembuatan batik yang biasa dilakukan dengan menuliskan cairan “malam” pada permukaan kain dengan alat yang disebut “canting”. Desain pada batik tulis umumnya tidak ada pengulangan yang jelas, karena itulah corak yang ditampilkan lebih beragam.

Batik Papua

Sumber : https://publicinsta.com/

Proses pembuatan batik Papua dengan teknik canting tulis secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut.

    • Tahap paling awal yang harus di lakukan untuk membuat batik tulis yaitu mempersiapkan bahan kain polos. Bisa memakai katun, sutra ataupun kain shantung.  
    • Bahan kain yang sudah disiapkan harus dipola lebih dulu dengan pensil. Pada proses pembuatan batik tulis, pola bisa dibuat langsung pada kain dan bisa juga menyalin dari pola yang sudah ada.
    • Selesai di pola selanjutnya dilakukan tahapan membatik garis-garis pola yang sudah digambar pada kain dengan menggunakan lilin atau malam yang sudah dicairkan.
    • Buat isian motif atau ornamen-ornamen pada bagian dalam motif batik yang telah terbentuk pada tahap sebelumnya.
    • Tutup bagian putih kain dengan menggunakan lilin lalu celupkan kain yang sudah diberi lilin ke dalam pewarna tertentu. Setelah itu keringkan dengan cara dijemur.
    • Lukis kembali kain dengan menggunakan canting untuk mempertahankan warna batik yang terbentuk pada tahap pewarnaan pertama, setelah itu celupkan ke pewarna kedua.
    • Hilangkan lilin yang menempel pada kain dengan cara mencelupkan kain pada air yang sudah dipanaskan di atas tungku.
    • Setelah kain bersih dari lilin anda bisa menulangi kembali proses membuka dan menutup lilin berulang kali, tergantung seberapa banyak warna yang ingin anda tampilkan pada kain batik.
    • Rebus kain yang sudah berubah warnanya menggunakan air panas, sehingga motif yang sudah dibuat pada kain akan terlihat dengan jelas.
    • Setelah semua tahapan selesai, kain batik tinggal dicuci bersih dan dijemur sampai kering baru bisa digunakan.

Pada kain batik tulis yang halus, motif batikannya kebanyakan bisa dilihat bolak balik pada kedua sisi kain. Warna dasar kainnya pun juga cenderung lebih muda dan setiap potongan ragam hias yang diulang pada lembaran kain tidak akan pernah sama persis bentuk dan ukurannya.

Batik Papua

Sumber : https://www.facebook.com/

2. Teknik Batik Cap

Teknik batik cap merupakan metode pembuatan kain batik yang dilakukan dengan  menggunakan canting cap sebagai alat bantunya. Sepintas canting cap ini memiliki bentuk yang cenderung mirip seperti stempel tapi dimensinya lebih besar karena ukuran rata-rata canting cap itu 20 cm x 20 cm.

Batik Papua

Sumber : http://batiksabrinapekalongan.blogspot.com/

Proses pembuatan batik Papua dengan teknik canting cap secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut.

    • Letakkan bahan kain yang maish polos di atas meja cap yang telah dilapisi dengan alas yang lunak.
    • Untuk membuat malam cair yang siap dicetak pada kain mori, panaskan malam terlebih dahulu dengan menggunakan loyang yang diletakkan di atas kompor dalam keadaan api menyala.
    • Setelah malam mencair masukkan kurang lebih 1 cm bagian bawah canting cap ke dalam cairan malam yang sudah direbus sebelumnya.
    • Kibaskan canting yang sudah dicelupkan ke dalam cairam malam supaya cairan malam yang terangkat dalam permukaan canting cap tidak terlalu banyak dan hasil cap-capan yang dihasilkan jadi makin sempurna.
    • Letakkan canting cap di atas kain lalu tekan dengan tangan agar cairan malam dapat meresap ke dalam pori-pori kain hingga tembus ke sisi lain permukaan kai.
    • Untuk membuat batik cap yang bagus, pengecapan malam ini bisa dilakukan dari pinggiran kain maupun dari tengah kain, tapi pastikan garis cap yang satu dengan yang lain harus ketemu agar rapi dan tidak berantakan.
    • Setelah proses pengecapan selesai, kain mori selanjutnya di proses lebih lanjut ke tahap pewarnaan dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam wadah yang berisi cairan pewarna.  
    • Usai diberi pewarna cairan malam harus dihilangkan sehingga akan nampak dua warna, yaitu warna dasar kain mori dan warna yang telah ditambahkann pada proses pewarnaan.  
    • Proses terakhir dari pembuatan batik cap yaitu pembersihan dan pencerahan warna dengan soda.
    • Setelah warna batik dicerahkan anda bisa melakukan tahap penyelesaian yakni dengan cara mengeringkan kain batik cap dan menyetrikanya.

Secara umum cara kerja canting cap yang dipakai untuk membuat kain batik kurang lebih hampir sama dengan stempel, hanya saja bahan pencapnya berbeda. Jika sebuah stampel biasa dipasangkan dengan tinta, maka untuk membuat batik cap bahan yang digunakan adalah cairan lilin (malam). 

Batik Papua

Sumber : https://fasnina.com/

Meski sepintas pembuatan batik Papua ini tidak berbeda dari batik tulis atau batik cap dari daerah lainnya, namun pada dasarnya tiap motif batik yang berkembang di Papua masing-masing tetap memiliki kekhasan tersendiri karena terinspirasi dari banyak hal-hal yang ditemukan oleh masyarakat setempat.

Demikian pembahasan singkat mengenai sejarah, ciri khas, ragam hias serta gambaran mengenai cara pembuatan kain batik Papua yang dapat kami bagikan untuk anda. Kalau sahabat Fitinline mau tahu lebih detail lagi tentang cara pembuatan batiknya anda bisa mendownload video tutorial membatik kami Di Sini.

Semoga bermanfaat.

Comments 0

Leave a Comment
Belum ada komentar untuk saat ini.

Send Comment

Anda harus terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.