Artikel

Prinsip-Prinsip Desain Busana

Artikel mengenai desain fesyen sebelumnya telah membahas tentang unsur-unsur desain busana. Artikel lanjutan yang masih berkaitan erat yaitu mengenai prinsip-prinsip desain busana. Untuk dapat menciptakan desain yang lebih baik dan menarik perlu diketahui tentang prinsip-prinsip desain. Prinsip desain adalah suatu cara, teknik atau petunjuk bagaimana menerapkan unsur-unsur ke dalam suatu desain. Prinsip-prinsip desain ini meliputi harmoni/kesatuan, proporsi, keseimbangan, aksen/pusat perhatian dan irama.

Prinsip-Prinsip Desain

Prinsip-Prinsip Desain

Sumber: http://poespadeew.blogspot.com

Harmoni adalah prinsip desain yang menimbulkan kesan adanya kesatuan dan keserasian melalui pemilihan dan susunan objek atau ide atau adanya keselarasan dan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau antara benda yang satu dengan benda lain yang dipadukan. Dalam suatu bentuk, harmoni dapat dicapai melalui kesesuaian setiap unsur yang membentuknya.

Proporsi adalah perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain yang dipadukan. Untuk mendapatkan suatu susunan yang menarik perlu diketahui bagaimana cara menciptakan hubungan jarak yang tepat atau membandingkan ukuran objek yang satu dengan objek yang dipadukan secara proporsional. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan proporsi yang baik yaitu bagaimana menciptakan hubungan sehingga dicapai susunan yang menyenangkan dan menarik, dibuat perubahan dalam rupa sesuai yang diinginkan agar dapat dihasilkan ukuran dan bentuk yang baik.

Prinsip-Prinsip Desain

Prinsip-Prinsip Desain

Sumber: http://alia-christi.blogspot.com

Balance atau keseimbangan adalah hubungan yang menyenangkan antar bagian-bagian dalam suatu desain sehingga menghasilkan susunan yang menarik. Keseimbangan ada dua yaitu keseimbangan simetris atau formal yaitu sama antara bagian kiri dan kanan serta mempunyai daya tarik yang sama. Keseimbangan ini dapat memberikan rasa tenang, rapi, agung dan abadi. Keseimbangan asimetris atau informal yaitu keseimbangan yang diciptakan dengan cara menyusun beberapa objek yang tidak serupa tapi mempunyai jumlah perhatian yang sama. Objek ini dapat diletakkan pada jarak yang berbeda dari pusat perhatian. Keseimbangan ini lebih halus dan lembut serta menghasilkan variasi yang lebih banyak dalam susunannya.

Irama dalam desain dapat dirasakan melalui mata. Irama dapat menimbulkan kesan gerak gemulai yang menyambung dari bagian yang satu ke bagian yang lain pada suatu benda, sehingga akan membawa pandangan mata berpindah-pindah dari suatu bagian ke bagian lainnya. Akan tetapi tidak semua pergerakan akan menimbulkan irama. Irama dapat diciptakan melalui pengulangan bentuk secara teratur, perubahan atau peralihan ukuran, pergerakan garis yang tak putus melalui komposisi yang berupa garis-garis lengkung yang berkesinambungan, dan melalui pancaran atau radiasi yaitu sejenis pergerakan yang memancar dari titik pusat.

Aksen atau center of interest merupakan pusat perhatian yang pertama kali membawa mata pada sesuatu yang penting dalam suatu rancangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menempatkan aksen yaitu apa yang akan dijadikan aksen, bagaimana menciptakan aksen, berapa banyak aksen yang diperlukan, dimana aksen ditempatkan. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka dalam penerapan prinsip aksen dalam suatu desain/rancangan, perlu menentukan sesuatu yang penting untuk dijadikan objek, dan yang kurang penting dijadikan latar belakang. Dalam menciptakan aksen, dapat menggunakan warna kontras atau dengan pemberian hiasan. Banyaknya aksen yang diperlukan adalah relatif, yang penting hendaknya menonjolkan apa yang baik atau menarik untuk dilihat. Menempatkan aksen sebaiknya di pusat bidang, atau pada bagian yang menarik.

Unity atau kesatuan merupakan sesuatu yang memberikan kesan adanya keterpaduan tiap unsurnya. Hal ini tergantung pada bagaimana suatu bagian menunjang bagian yang lain secara selaras sehingga terlihat seperti sebuah benda yang utuh tidak terpisah-pisah. Misalnya leher berbentuk bulat diberi kerah yang berbentuk bulat pula dan begitu juga sebaliknya.

Penerapan unsur dan prinsip yang tidak tepat pada desain busana yang akan dibuat akan menghasilkan rancangan yang kurang nyaman dan kurang cantik jika dilihat. Semoga bermanfaat.

Tags: model baju batik, model baju lurik, model baju batik wanita dan pria, model baju kerja batik, model baju batik modern, model batik, model baju wanita, model busana wanita, model baju terkini

Tags: jual baju, jual baju batik, jual baju online, jual pakaian wanita, jual pakaian online, toko baju batik, toko baju batik online, toko baju batik wanita dan pria, toko baju online, toko baju wanita, toko busana online, beli baju batik, beli baju batik wanita dan pria, beli baju online, gambar baju batik, desain baju batik, fashion batik, fashion wanita, fashion baju terbaru, fashion design, fashion designer, designer indonesia


0 Komentar

Tidak ada komentar.

Kirim Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk dapat memberikan komentar.

Contact

Stay Connected

Fitinline

Copyright © 2011-2012 - All right reserved

Support Payment

  • BCA
  • Mandiri
Money Back Guaranteed